Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Erick Thohir Bawa Dua BUMN IPO Jumbo Tahun Ini, Nilainya Bisa Capai Rp21,9 Triliun!

Dua anak anak usaha yang disiapkan untuk IPO yakni anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM),PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 14 April 2021  |  16:57 WIB
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian BUMN menyiapkan dua anak usaha BUMN untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Dua anak usaha ini digadang-gadang akan mengeluarkan penawaran umum perdana dengan dana jumbo.

Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury menuturkan telah menargetkan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) BUMN dan anak usahanya hingga 14 perusahaan dalam 4 tahun ke depan.

Pada 2021, Kementerian BUMN menargetkan ada dua IPO jumbo yang akan dilaksanakan oleh dua anak usaha BUMN. Kedua anak usaha tersebut yakni anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

"Sebelum IPO, PGE dan akan penggabungan dengan geothermal lainnya yang saat ini dimiliki PLN dan juga Geo Dipa. Jadi saat ini untuk geothermal fokus kami melakukan konsolidasi melihat kemungkinan menggabungkan aset-aset geothermal," jelasnya, Rabu (14/4/2021).

Penggabungan aset-aset geothermal milik tiga BUMN yakni PT Pertamina Geothermal Energy, PT PLN Gas dan Geothermal, dan PT Geo Dipa Energy (Persero) mencakup yang ada di pengelolaan wilayah kerja geothermal sendiri ataupun pembangkit yang terkait geothermal.

Untuk rencana IPO PT Dayamitra Telekomunikasi, unit infrastruktur milik PT Telkom Indonesia direncanakan dapat mengumpulkan dana hingga US$1 miliar atau setara Rp14,6 triliun (kurs Rp14.600 per dolar AS).

Jika hal itu terlaksana, penawaran umum itu bisa menjadi penjualan saham pertama terbesar di Indonesia dalam lebih dari satu dekade.

Dayamitra, yang juga akrab disebut Mitratel, telah meminta proposal tentang penawaran potensial dan dapat segera memilih penasihat, kata orang-orang yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena informasi tersebut bersifat pribadi.

Sedangkan untuk IPO perusahaan pembangkit listrik energi terbarukan dikabarkan akan bisa menggalang dana setidaknya mencapai US$500 juta atau setara dengan Rp7,3 triliun.

Lebih lanjut, Pahala menegaskan sebelum melakukan IPO dari perusahaan geothermal tersebut ada rencana terlebih dahulu penggabungan aset ketiga anak usaha sehingga membutuhkan waktu persiapan.

"Kami perlu memastikan kesiapan dari sisi keuangan dan aset-aset. Ini betul-betul jangan sampai IPO hanya untuk IPO saja, kami siapkan ceritanya apa nilai tambah yang bisa diciptakan di pasar modal melakukan permodalan ke depan untuk perkembangan ke depannya," urainya.

Dia menyebut Indonesia saat ini memiliki potensi sangat besar pengembangan energi geothermal karena memiliki instock capacity yang cukup besar.

Dengan demikian, melalui terlebih dahulu ada penggabungan aset-aset geothermal, perusahaan yang akan IPO tersebut dapat menjadi salah satu pemilik kapasitas geothermal terbesar di dunia.

"Ini nantinya memiliki sebuah cerita, visi dari pemerintah bahwa pengembangan energi ke depan diarahkan sesuai dengan arah dunia, transisi energi ke energi baru dan terbarukan," urainya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN anak usaha initial public offering
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top