Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Asing Net Sell Rp459,8 Miliar, Saham BBCA dan BBRI Jadi Sasaran Jual

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan net sell Rp459,89 miliar pada hari ini. Dengan demikian, sepanjang 2021 net buy investor asing berkurang menjadi Rp8,12 triliun.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 13 April 2021  |  18:49 WIB
Salah satu kantor Bank BRI - bri.co.id
Salah satu kantor Bank BRI - bri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (13/4/2021) seiring dengan aksi jual investor asing.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan net sell Rp459,89 miliar pada hari ini. Dengan demikian, sepanjang 2021 net buy investor asing berkurang menjadi Rp8,12 triliun.

Mengutip data konsultan keuangan D'Origin, sejumlah saham yang paling banyak diburu investor asing ialah TBIG denga net buy Rp42,23 miliar, SAME Rp19,5 miliar, WSKT Rp17,24 miliar, TLKM Rp14,65 miliar, dan BMRI Rp13,63 miliar.

Sebaliknya, saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing ialah BBCA dengan net sell Rp258,86 miliar, BBRI Rp88,18 miliar, TOWR Rp46,21 miliar, ASII Rp34,68 miliar, dan ARTO Rp24,91 miliar.

Hingga akhir sesi II pukul 15.00 WIB, IHSG turun 0,36 persen atau 21,13 poin menjadi 5.927,43. Sepanjang hari ini, indeks bergerak di rentang 5.883,52-5.957,61.

Terpantau 175 saham menguat, 313 saham melemah, dan 153 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp9,31 triliun.

Berdasarkan indeks sektoral JASICA, sektor properti turun paling dalam sebesar -1,21 persen dan pertambangan -0,93 persen.

Sektor yang memimpin penguatan ialah infrastruktur sebesar 1,06 persen dan agribisnis 0,99 persen. Secara total, 4 sektor menguat, sedangkan 6 lainnya melemah.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan bahwa koreksi IHSG disebabkan oleh kekhawatiran pasar terkait meningkatnya kasus baru pandemi Covid-19 secara global. Hal itu diperkuat dengan naiknya kembali imbal hasil obligasi AS untuk tenor 10 tahun.

“Sementara itu, belum terdapat data makro ekonomi domestik yang bisa memberikan pengaruh positif secara signifikan terhadap pasar,” ujar Nafan kepada Bisnis, Selasa (13/4/2021).

Dia juga mengatakan bahwa kebijakan larangan mudik saat Lebaran dari pemerintah juga menjadi sentimen negatif bagi indeks.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia bca bri net sell asing
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top