Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siapkan Rights Issue, Zebra (ZBRA) Bakal Caplok Perusahaan Rp1 Triliun

Manajemen ZBRA menyebutkan perseroan akan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 3,42 miliar saham dengan nominal Rp100, dalam rangka penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II.
Dwi Nicken Tari & Hafiyyan
Dwi Nicken Tari & Hafiyyan - Bisnis.com 01 April 2021  |  16:59 WIB
Pegawai melintas di depan layar monitor perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pegawai melintas di depan layar monitor perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Zebra Nusantara Tbk. (ZBRA) akan melakukan rights issue dengan melepas 3,42 miliar saham baru.

Melalui keterbukaan informasi, manajemen ZBRA menyebutkan perseroan akan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 3,42 miliar saham dengan nominal Rp100, dalam rangka penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II.

Dalam PMHMETD II, PT Trinity Healthcare (THC), PT European Hospital Development (EHD), PT Jadegreen Equities (JGE), dan PT Holistic Ventures (HV) akan mengambil bagian atas saham baru perseroan.

THC, EHD, JGE, dan HV merupakan pemegang saham PT Dos Ni Roha (DNR). Nantinya, DNR akan menjadi anak usaha ZBRA dengan porsi kepemilikan 99 persen.

"Setelah pelaksanaan PMHMETD II, Zebra Nusantara akan memiliki 99 persen saham DNR," papar manajemen.

Berdasarkan objek penilaian per 31 Desember 2020, 99 persen saham DNT adalah sebesar Rp1,08 triliun. Sisa dana PMHMETD II nantinya digunakan sebagai modal kerja.

Kesepakatan antara ZBRA dan Pemegang Saham DNR untuk pelaksanaan Inbreng Saham tersebut diatur dalam Perjanjian Pengikatan untuk mengambil bagian saham tertanggal 31 Maret 2021.

Perseroan merencanakan pelaksanaan PMHMETD II akan dilakukan segera setelah diperolehnya persetujuan dari RUPSLB, dengan mengingat bahwa sesuai POJK 32/2015, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sampai dengan efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam rangka PMHMETD II tidak lebih dari 12 bulan.

Adapun, kegiatan usaha DNR adalah bergerak dalam bidang perdagangan besar makanan dan minuman lainnya, perdagangan besar alat laboratorium, farmasi dan kedokteran, perdagangan besar farmasi, perdagangan besar kosmetik, perdagangan besar obat tradisonal, dan distribusi.

Dengan asumsi hanya pemegang saham DNR yang melaksanakan HMETD-nya dalam jumlah sebanyak-banyaknya 3,42 miliar lembar saham baru, pemegang saham ZBRA yang tidak menggunakan haknya akan terdilusi sebesar maksimum 16,87 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue rudy tanoesoedibjo zebra nusantara
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top