Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Analis: Kinerja BUMN Karya WIKA Cs Bisa Membaik pada 2021

Perlu waktu bagi emiten BUMN Karya untuk mengembalikan performa keuangan seperti sebelum pandemi walau sentimen positif sudah banyak menghampiri a.l. kehadiran Indonesia Investment Authority (INA) dan rencana pengurangan tarif PPh final sektor konstruksi.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  14:07 WIB
Pembangunan Bendungan Tugu dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp1,9 triliun.  - ANTARA
Pembangunan Bendungan Tugu dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp1,9 triliun. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Analis menilai pemulihan kinerja emiten kontraktor pelat merah atau BUMN Karya bisa terjadi pada 2021. Akan tetapi, perbaikan itu dinilai belum akan membawa kinerja BUMN Karya kembali seperti sebelum 2019.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang dihimpun Bisnis, terpantau tiga kontraktor pelat merah mengalami penurunan pendapatan dan salah satunya bahkan merugi pada 2020.

Penurunan pendapatan paling minimal dicatatkan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. sebesar 32,84 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp15,83 miliar.

Sementara PT Waskita Karya (Persero) Tbk. mengalami penurunan pendapatan terdalam sebesar 48,42 persen yoy menjadi Rp16,19 triliun.

Dari sisi laba, PT PP juga mencatatkan koreksi paling kecil dari keluarga BUMN Karya yaitu sebesar 84,29 persen yoy menjadi Rp128,75 miliar.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. membukukan laba tertinggi di antara tiga BUMN Karya lainnya yang sudah merilis laporan keuangan senilai Rp185,76 miliar atau anjlok 91,87 persen yoy.

Waskita Karya menderita kerugian hingga Rp7,37 triliun dibandingkan posisi laba pada 2019 senilai Rp938,14 miliar. Sementara itu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. belum melaporkan kinerja keuangan sepanjang masa pandemi 2020.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menilai performa BUMN Karya bisa lebih baik pada 2021 dibandingkan tahun lalu.

Optimisme itu didukung oleh program vaksinasi yang sedang dijalankan pemerintah yang seterusnya membawa harapan bakal ada pemulihan aktivitas ekonomi pada 2021.

“[Kinerja BUMN Karya] seharusnya bisa tahun ini lebih baik. Tapi, mungkin kinerjanya tidak akan sebaik tahun 2018 dan 2019,” kata Dennies kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Menurut Dennies, diperlukan waktu bagi emiten BUMN Karya untuk mengembalikan performa keuangan seperti sebelum pandemi walau sentimen positif sudah banyak menghampiri a.l. kehadiran Indonesia Investment Authority (INA) dan rencana pengurangan tarif PPh final sektor konstruksi.

Artha Sekuritas pun masih merekomendasikan beli keempat saham BUMN Karya yaitu ADHI, PTPP, WIKA, dan WSKT dengan top picks ADHI dan PTPP.

Senada, Analis MNC Sekuritas Rudy Setiawan mengatakan stimulus fiskal untuk sektor konstruksi bakal dapat memperlebar marjin dan meningkatkan pendapatan BUMN Karya.

Apabila stimulus itu terealisasi, setidaknya pendapatan BUMN Karya diperkirakan tumbuh sekitar 10 persen-20 persen pada 2021-2022.

“Isu terbaru mengenai insentif untuk mengurangi pajak PPh final untuk jasa konstruksi akan membawa angin segar untuk bisnis kontraktor,” tulis Rudy dalam riset terbaru.

Namun, Rudy mengingatkan pandemi Covid-19 tetap menjadi tantangan utama bagi para kontraktor tahun ini. MNC Sekuritas memberikan rekomendasi overweight untuk saham emiten konstruksi seperti ADHI, PTPP, WSKT, dan WIKA.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya wijaya karya waskita karya rekomendasi saham ptpp bumn karya
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top