Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sempat Terkoreksi Akibat Potensi Pengetatan Regulasi, Bitcoin Kembali Menguat

Bitcoin sempat anjlok setelah Gary Gensler, yang dicalonkan Presiden Joe Biden untuk memimpin Securities and Exchange Commission/SEC, mengatakan upaya memastikan mata uang kripto bebas dari aksi manipulasi dan penipuan akan menjadi tantangan terbesarnya.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  14:31 WIB
Ilustrasi representasi bitcoin - Bloomberg
Ilustrasi representasi bitcoin - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga bitcoin berhasil bangkit kembali setelah sempat dibayangi kekhawatiran akan pengetatan regulasi untuk aset-aset kripto.

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (3/3/2021), harga bitcoin terpantau naik 4 persen ke level US$49.100 hingga pukul 13.00 waktu Hong Kong. Dengan kenaikan tersebut, harga bitcoin telah meroket 70 persen pada tahun ini.

Bitcoin sempat anjlok pada Selasa kemarin (2/3/2021) setelah Gary Gensler, yang dicalonkan Presiden Joe Biden untuk memimpin Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Securities and Exchange Commission/SEC), mengatakan upaya memastikan mata uang kripto bebas dari aksi manipulasi dan penipuan akan menjadi tantangan terbesarnya.

Gensler, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka (Commodity Futures Trading Commission) pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama, dipandang sebagai salah satu pendukung aset-aset digital.

Gensler sempat menjabat sebagai Penasihat Senior untuk Media Lab Digital Currency Initiative di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Dia juga mengajar teknologi blockchain dan mata uang digital di MIT.

President Ava Labs John Wu mengatakan pasar bitcoin bereaksi cepat terhadap pernyataan Gensler. Meski demikian, Wu menganggap komentar Gensler terkait bitcoin dan aset-aset kripto terkait mayoritas positif.

“Kami mengharapkan pemerintahan baru di AS akan membantu terjadinya inovasi di sektor blockchain, mata uang kripto, dan aset-aset digital, bukan menghambatnya,” ujarnya dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, berdasarkan data dari laman coinmarketcap pada Rabu (3/3/2021) siang, nilai kapitalisasi pasar aset kripto terpantau sebesar US$922,57 miliar disusul oleh Ethereum dengan kapitalisasi sebesar US$179,36 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin mata uang kripto
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top