Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Pertemuan OPEC+, Harga Minyak Dunia Rebound

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (3/3/2021), Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan April sempat menguat hingga 0,32 persen pada level US$59,94 per barel di New York Mercantile Exchange.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  13:24 WIB
Suasana sidang OPEC di Vienna, Austria, Rabu (30/11). - REUTERS/Heinz/Peter Bader
Suasana sidang OPEC di Vienna, Austria, Rabu (30/11). - REUTERS/Heinz/Peter Bader

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia berbalik menguat setelah sempat terkoreksi selama tiga hari beruntun jelang pertemuan OPEC+ yang akan mengkonfirmasi penambahan pasokan global pada pekan ini.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (3/3/2021), Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan April sempat menguat hingga 0,32 persen pada level US$59,94 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak Brent untuk kontrak Mei 2021 juga naik 0,45 persen pada posisi US$62,98 per barel di ICE Futures Europe.

Harga minyak WTI sempat naik hingga 0,4 persen menyusul penurunan terburuk yang terjadi sejak Desember 2020 lalu. Berbaliknya harga minyak salah satunya ditopang oleh keyakinan pasar bahwa tambahan pasokan minyak global yang direncanakan oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (The Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan sekutunya atau OPEC+ dapat diserap dengan baik.

Adapun, reli harga minyak yang berlangsung pada tahun ini salah satunya ditopang oleh kebijakan salah satu negara produsen minyak dunia, Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi melakukan pemangkasan tambahan produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari untuk periode Februari dan Maret.

OPEC+ berencana menambah kuota produksi minyak harian sebesar 1,5 juta barel per hari. Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo dalam pertemuan pembuka antar pakar OPEC mengatakan, outlook ekonomi global dan prospek pasar minyak sama-sama menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan.

Adapun OPEC+ akan membahas dua elemen penting dalam rencana penambahan kuota produksinya. Pertama, terkait keputusan penambahan produksi sebesar 500.000 barel per hari mulai bulan April mendatang.

Kedua, adalah bagaimana upaya Arab Saudi untuk mengurangi pemangkasan sukarelanya sebanyak 1 juta barel per hari yang dijalankan pada Februari dan Maret 2021.

Ekonom Oversea-Chinese banking Corp., Howie Lee mengatakan pertemuan OPEC+ besok akan sangat vital untuk pergerakan harga minyak ke depannya. Meski demikian, ia belum melihat adanya kepastian jumlah penambahan pasokan harian yang akan ditetapkan OPEC+.

“Selain itu, Arab Saudi juga kemungkinan tidak akan mengembalikan produksi minyaknya secara penuh,” tuturnya.

Pelaku pasar global diperkirakan masih akan mendukung sentimen bullish pergerakan harga minyak. Di Amerika Serikat, jumlah kasus harian virus corona mencapai titik terendahnya dalam empat bulan terakhir. Hal ini turut didukung oleh perbaikan sejumlah indikator ekonomi dari Negeri Paman Sam.

Sementara itu di wilayah Asia, tingkat permintaan India terhadap bahan bakar minyak diprediksi akan mencatatkan rekor tertinggi pada periode Maret 2021 hingga Maret 2022 mendatang. Data dari Petroleum Planning and Analysis Cell (PPAC) menyebutkan, jumlah permintaan India untuk bensin, diesel, dan jenis bahan bakar lainnya akan mencapai 215,24 juta ton.

Katalis lain yang menopang sentimen bullish pergerakan harga minyak adalah pemulihan ekonomi yang dialami oleh Australia. Data yang dirilis pemerintah setempat menyebutkan, produk domestik bruto (PDB) Negeri kangguru pada tiga bulan terakhir tahun 2020 lalu melonjak 3,1 persen, atau pemulihan ekonomi yang membentuk pola huruf V.

Di sisi lain, kenaikan jumlah cadangan minyak di AS menjadi sentimen yang dapat menghambat reli harga minyak. Data dari American Petroleum Institute (API) melaporkan, stok minyak mentah pada pos penyimpanan di Cushing, Oklahoma meningkat 7,36 juta barel pada pekan lalu.

Jumlah tersebut akan menjadi kenaikan stok terbesar di AS sejak Desember 2020 apabila terkonfirmasi pada laporan Badan Administrasi Energi AS (Energy Information Administration/EIA).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak opec harga minyak mentah wti
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top