Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi Broker Saham pada Februari Turun 26,4 Persen Tinggal Rp624,9 Triliun

Berdasarkan data Bloomberg, transaksi broker sepanjang Februari 2021 sebesar Rp624,93 triliun, turun 26,40 persen dibandingkan nilai transaksi bulan sebelumnya yang mencapai Rp849,12 triliun.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  15:51 WIB
Pengunjung mengambil gambar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pengunjung mengambil gambar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Transaksi pialang saham atau broker sepanjang Februari 2021 mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, meski masih tumbuh tinggi secara tahunan.

Berdasarkan data Bloomberg, transaksi broker sepanjang Februari 2021 sebesar Rp624,93 triliun, turun 26,40 persen dibandingkan nilai transaksi bulan sebelumnya yang mencapai Rp849,12 triliun.

Kendati demikian, jika dilihat secara tahunan, total transaksi sepanjang Februari 2021 masih jauh lebih tinggi dari Februari 2020 yang hanya Rp278,45 triliun alias meningkat 55,44 persen atau 2,24 kali secara year on year.

Dari sisi sekuritas, selama periode bulan pertama tahun ini, Mirae Asset Sekuritas kembali menyandang gelar sekuritas dengan nilai transaksi bulanan tertinggi yakni Rp79,51 triliun, dengan rincian transaksi beli Rp40,08 triliun dan transaksi jual Rp39,43 triliun.

Seperti tren industri, nilai transaksi yang dibukukan sekuritas berkode YP ini juga menurun dibandingkan Januari yang mencapai Rp121,78 triliun.

Sementara secara volume transaksi, YP juga paling tinggi dengan gross volume 105,97 miliar transaksi sepanjang Februari.

Adapun, Mirae Asset paling banyak mentransaksikan saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan total transaksi Rp16,44 triliun. Kemudian saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) sebanyak Rp3,66 triliun dan PT Timah Tbk. (TINS) sebanyak Rp3,35 triliun.

Di posisi kedua ada Mandiri Sekuritas dengan total transaksi Rp55,16 triliun. Serupa dengan pesaingnya, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ini juga membukukan penurunan transaksi secara bulanan dari sebelumnya Rp75,59 triliun pada Januari.

Mandiri Sekuritas atau CC terpantau paling banyak mentransaksikan saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk. (SIDO) yakni RP9,16 triliun. Diikuti saham ANTM sebesar Rp6,10 triliun dan BRIS sebesar Rp2,67 triliun.

Selanjutnya, ada Indo Premier Sekuritas atau PD dengan transaksi senilai Rp38,30 triliun, turun dari Rp67,53 triliun sepanjang Januari 2021.

Seperti kedua sekuritas sebelumnya, saham ANTM dan BRIS masuk dalam jajaran saham yang paling banyak ditransaksikan PD, masing-masing senilai Rp5,30 triliun dan Rp2,55 triliun. Kemudian ada pula saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp1,27 triliun.

Kemudian pada urutan 4 dan selanjutnya ada UBS Securities Indonesia dengan nilai transaksi Rp37,69 triliun, CIMB Securities Indonesia Rp35,53 triliun, Credit Suisse Sekuritas Indonesia Rp20,96 triliun, dan Maybank Kim Eng Sekuritas Rp19,64 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG broker transaksi saham
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top