Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imbal Obligasi AS Bergerak Naik, Begini Dampak Terhadap Pasar Obligasi RI

Pergerakan US Treasury yang fluktuatif tentu akan membawa ketidakpastian dan berdampak negatif untuk emerging market seperti Indonesia.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  15:23 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA – Tren kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat dinilai hanya bersifat sementara. Dampak negatif yang ditimbulkan sentimen ini terhadap pasar obligasi emerging market dapat menjadi peluang emas bagi investor untuk masuk ke Indonesia

CIO Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula mengatakan, penguatan yield obligasi AS atau US Treasury dinilai hanya bersifat sementara. Menurutnya, kenaikan yield lebih disebabkan oleh euforia pelaku pasar terhadap progres vaksin virus corona yang berjalan di seluruh dunia.

Selain itu, pelaku pasar juga terus memantau kabar paket stimulus dari Amerika Serikat yang telah masuk ke lantai Senat AS. Meski demikian, Ezra menilai masih banyak tantangan yang menghalangi pemulihan ekonomi di AS.

“Data-data ekonomi AS yang belum konsisten dengan sentimen positif ini akan menyebabkan imbal hasil US Treasury kembali mengalami pelemahan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Senin (1/3/2021).

Ezra menambahkan, pergerakan US Treasury yang fluktuatif tentu akan membawa ketidakpastian dan berdampak negatif untuk emerging market seperti Indonesia. Akan tetapi, setelah volatilitas mereda investor akan kembali melihat fundamental sebuah negara.

“Untuk Indonesia, angka inflasi yang rendah, kebijakan Bank Indonesia (BI) yang masih akomodatif dan yield obligasi diatas 6.5 persen merupakan level menarik untuk investor masuk kembali ke pasar obligasi Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana mengatakan, tingginya imbal hasil surat utang Indonesia justru akan dimanfaatkan oleh para investor untuk masuk ke pasar obligasi Indonesia. Hal tersebut dilakukan guna meraih yield maksimal untuk investasinya.

“Sejauh ini minat investor terhadap pasar obligasi Indonesia juga terbilang masih bagus. Dengan yield yang sedang tinggi seperti sekarang, mereka dapat memaksimalkan returnnya,” paparnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Obligasi Pemerintah obligasi korporasi
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top