Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan BBCA, Performa IHSG Terdorong Saham Perbankan BBRI, ARTO, MEGA

Selama satu pekan IHSG meningkat 0,15 persen menjadi 6.231,93 dibandingkan dengan akhir pekan lalu di level 6.222,52.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  17:48 WIB
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas,  Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Selama sepekan 15-19 Januari 2021 pasar modal mencatatkan pergerakan perdagangan yang dinamis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (19/2/2021) ditutup ke zona hijau.

IHSG ditutup naik 0,51 persen atau 31,62 poin menjadi 6.231,93. Sepanjang hari ini, indeks bergerak di rentang 6.173,59-6.231,93.

Selama satu pekan IHSG meningkat 0,15 persen dibandingkan dengan akhir pekan lalu di level 6.222,52. Penguatan paling signifikan terjadi pada Selasa (16/2/2021) yang ditutup menguat pada level 6.292,39.

Analis Philip Sekuritas Anugerah Zamzami Nasr mengatakan IHSG kali ini cukup memiliki performa bagus atau ditutup di level tertinggi.

Kenaikan IHSG hari ini ini, lanjutnya, didukung oleh kenaikan saham perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Jago Tbk. (ARTO), dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI).

"Secara keseluruhan seminggu masih naik 0,15 persen, meski Rabu kemarin sempat tertekan bursa global ketika investor mencermati kenaikan imbal hasil surat utang AS bertenor 10 tahun yang menyentuh level 1,3 persen," jelasnya kepada Bisnis, Jumat (19/2/2021).

Dia mengatakan imbal hasil yang terus naik dapat membuat outflow dari saham ke obligasi. Pada Kamis, kebanyakan penurunan pada sesi II ketika Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi ke level rate cut terendah dalam sejarah.

Adapun, sektor pendorong pada satu pekan ini adalah finansial dengan saham spesifik ARTO, BBRI, dan Bank Mega Tbk. (MEGA). Selanjutnya, ada saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), dan PT MNC Land Tbk. (KPIG).

"Akan tetapi penguatan dibatasi oleh pelemahan sektor industri dasar dan konsumer," katanya.

Saham-saham penekan IHSG sepekan ialah PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS), dan BBCA.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan akhir pekan ini terjadi peningkatan karena valuasi Indonesia yang lebih rendah menjadikan IHSG sebagai market yang masih menari bagi investor.

Kendati begitu, sejak koreksi IHSG pada Januari, pergerakan IHSG menjadi sangat dinamis dan sulit untuk diproyeksikan arahnya.

"Beberapa sentimen positif pun seakan stuck untuk menopang IHSG seperti pendanaan SWF dan juga simpang siurnya soal investasi Tesla di Indonesia," ujarnya kepada Bisnis.

IHSG cenderung tertekan melalui sentimen global khususnya kebijakan-kebijakan fiskal Amerika Serikat (AS). Menurut Frankie tresury yields 10 tahun AS menanjak pelan dengan data terkini 1,3 persen.

Sementara laju inflasi 2021 berkisar 2,24 persen yang meningkat tajam dari 2020 sebesar 0,62 persen. Hal tersebut dipicu oleh pemulihan ekonomi dan tingkat permintaan yang kembali naik.

"Inflasi yang naik terlalu cepat adalah hal yang sangat dipertimbangkan oleh perusahaan-perusahaan, karena bakal meningkatkan beban produksi bahan baku dan kenaikan gaji," katanya.

Selain itu, lanjutnya, ekonomi AS baru saja pulih setelah terpukul pandemi Covid-19.Kondisi tersebut menyebabkan banyak investor menunggu kebijakan utama yang bakal berpengaruh besar terhadap bursa. Peningkatan suku bungan AS bakal menekan laju inflasi, di mana suku bungan AS masih pada 0,25 persen.

"Jika naik di atas treasury yields rate, dikhawatirkan bakal terjadi lagi 'dolar AS pulang kampung' yang bakal membuat outflow meningkat dari pasar bursa khususnya di emerging market. Hal ini kemungkinan membuat IHSG bertahan," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI bri
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top