Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luncurkan Reksa Dana Dolar AS, MAMI Gandeng Standard Chartered

Reksa dana Manulife Saham Syariah Golden Asia Dolar AS atau MAGOLD merupakan reksa dana saham syariah offshore terbaru yang dikelola oleh Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  17:43 WIB
Ilustrasi dolar AS
Ilustrasi dolar AS

Bisnis.com, JAKARTA — PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menggandeng Standard Chartered Bank Indonesia untuk pemasaran produk reksa dana anyar Manulife Saham Syariah Golden Asia Dolar AS.

Afifa, Director, Interim President Director MAMI mengatakan reksa dana Manulife Saham Syariah Golden Asia Dolar AS atau MAGOLD merupakan reksa dana saham syariah offshore terbaru yang dikelola oleh MAMI.

Produk tersebut merupakan reksa dana saham yang memiliki portofolio saham-saham di dua negara perekonomian terbesar yaitu China dan India sehingga memiliki peluang pertumbuhan yang baik.

Menurutnya, kedua negara tersebut masih memiliki potensi pertumbuhan, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun perkembangan pasar sahamnya. Didukung oleh populasi yang besar, China dan India memiliki potensi ekonomi yang besar.

“Di tahun 2030, China dan India diperkirakan akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar di dunia dan memiliki peranan yang semakin penting dalam perekonomian global,” katanya dalam sesi konferensi pers, Kamis (18/2/2021)

Lebih lanjut Afifa menjelaskan bahwa MAGOLD mengalokasikan 80persen—100 persen dari aset yang dikelola untuk diinvestasikan di saham syariah di Kawasan China dan India serta sisanya di instrumen pendapatan tetap, sukuk, atau pasar uang yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

“Sesuai tolok ukurnya, MAGOLD akan mengalokasikan sekitar 70 persen dari aset yang dikelola pada kawasan China dan 30 persen di India,” jelasnya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Cluster CEO, Indonesia & ASEAN Markets Standard Chartered Andrew Chia mengatakan beberapa tahun terakhir ini pihaknya konsisten menambahkan produk investasi untuk memenuhi perkembangan kebutuhan para nasabah di Standard Chartered.

Adapun, dalam tiga bulan terakhir, pada periode November 2020 hingga Januari 2021, dia melihat minat para nasabah kami terhadap produk reksa dana dengan denominasi dolar AS, baik onshore maupun offshore, terus mengalami peningkatan.

“Volume penjualan reksa dana dengan denominasi dolar AS meningkat secara signifikan sebesar 52 persen di periode yang sama. Sementara volume penjualan reksa dana offshore sendiri meningkat sebesar 38 persen,” tuturnya.

Chia meyakini kehadiran MAGOLD dapat menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik bagi para nasabahnya, khususnya nasabah yang berminat untuk berinvestasi dalam mata uang dolar AS sekaligus ingin melakukan diversifikasi portofolio dengan memanfaatkan peluang pertumbuhan di China dan India.

Selain MAGOLD, dua reksa dana saham syariah offshore kelolaan MAMI lainnya yang tersedia di Standard Chartered adalah Manulife Saham Syariah Global Dividen Dolar AS (MANSYAG) dan Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF).

MANSYAG adalah reksa dana global dengan fokus investasi pada negara Amerika Serikat dan kawasan Eropa. Sedangkan, portofolio MANSYAF terdiversifikasi dengan berinvestasi pada saham-saham di berbagai negara yang ada di kawasan Asia Pasifik, khususnya di Asia Utara.

Semua produk reksa dana MAMI berdenominasi dolar AS kelolaan MAMI lainnya pun tersedia seperti Manulife Greater Indonesia Fund (MGIF) dan Manulife USD Fixed Income (MANUFIX) yang merupakan reksa dana onshore.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as reksa dana manulife aset manajemen investasi reksa dana
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top