Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Ditutup Menguat, Cetak Rekor Kenaikan Karena Harapan Akan Stimulus

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (12/2/2021), indeks S&P 500 tercatat naik 0,2%, menghentikan tren penurunan selama dua hari sebelumnya.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 12 Februari 2021  |  10:49 WIB
Wall Street Ditutup Menguat, Cetak Rekor Kenaikan Karena Harapan Akan Stimulus
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan rekor kenaikan pada penutupan perdagangan Kamis (11/2/2021), sedangkan treasury tergelincir karena penurunan klaim pengangguran mengisyaratkan penguatan pasar tenaga kerja.

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (12/2/2021), indeks S&P 500 tercatat naik 0,2%, menghentikan tren penurunan selama dua hari sebelumnya. Keuntungan untuk saham teknologi mengangkat Nasdaq 100 ke kemajuan yang lebih besar. Imbal hasil treasury sepuluh tahun naik menjadi sekitar 1,15%. Di Eropa, Indeks Stoxx 600 didukung oleh hasil yang kuat dari Royal Mail Plc dan Credit Agricole SA.

Aplikasi untuk tunjangan pengangguran negara bagian AS turun sedikit pada minggu lalu. Hal ini menandai pasar tenaga kerja masih secara bertahap membaik karena peluncuran vaksin terus berlanjut dan pembatasan bisnis berkurang.

Setelah kenaikan tajam dalam ekuitas pada awal Februari, saham AS sempat berhenti sejenak karena investor mempertimbangkan implikasi dari data inflasi terbaru.

Adapun, hingga saat ini masih ada perdebatan mengenai apakah lebih banyak stimulus AS, distribusi vaksin, dan tekad pemerintah untuk memulai pertumbuhan akan menyebabkan ekonomi Amerika menjadi terlalu panas.

"Sementara inflasi tidak muncul dalam data saat ini, inflasi sedang dalam perjalanan berkat stimulus fiskal dan moneter dan permintaan konsumen yang terpendam yang seharusnya meningkat saat ekonomi dibuka kembali," kata Nancy Davis, pendiri Quadratic Capital Management.

Dalam pidatonya Rabu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pasar kerja AS masih jauh dari pemulihan penuh dan meminta anggota parlemen dan sektor swasta untuk mendukung pekerja.

Dia juga mengatakan akan membutuhkan lebih dari kebijakan moneter yang mendukung untuk mencapai dan mempertahankan lapangan kerja yang maksimal.

Di tempat lain di pasar, minyak merosot setelah membatasi kenaikan terpanjang dalam dua tahun. Dolar tetap stabil dan Bitcoin naik di atas Us$47.000. Di Asia, beberapa pasar di kawasan itu tutup menjelang libur Tahun Baru Imlek.

Berikut ini pergerakan utama di pasar:

Saham

- Indeks S&P 500 naik 0,2% pada jam 4 sore di New York.

- Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,5%.

- MSCI Asia Pacific Index naik 0,2%.

- Indeks Pasar Berkembang MSCI naik 0,4%.

Mata Uang

- Indeks Spot Dolar Bloomberg sedikit berubah.

- Euro naik 0,1% menjadi US$1,2125.

- Pound Inggris turun 0,2% menjadi US$1,3806.

- Yen Jepang melemah 0,2% menjadi 104,79 per dolar.

Obligasi

- Imbal hasil Treasury 10 tahun naik satu basis poin menjadi 1,15%.

- Imbal hasil obligasi pemerintah dua tahun tidak berubah di 0,11%.

- Imbal hasil 10-tahun Jerman turun dua basis poin menjadi -0,46%.

- Imbal hasil 10 tahun Inggris turun dua basis poin menjadi 0,47%.

Komoditas

- Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,8% menjadi US$ 58,22 per barel.

- Emas turun 0,9% menjadi US$1,826.68 per ounce.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Ropesta Sitorus
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top