Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham-Saham Teknologi Ini Cuan Besar pada Januari, Ada yang Meroket Ribuan Persen

Salah satu yang mencatatkan penguatan paling signifikan adalah saham PT DCI Indonesia Tbk yang berada di puncak deretan saham dengan penguatan paling signifikan atau top gainers sepanjang Januari 2021.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 31 Januari 2021  |  08:27 WIB
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah saham sektor teknologi informasi dan komunikasi mencatatkan kenaikan fantastis sepanjang tahun berjalan 2021, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) masih dalam tren negatif.

Salah satu yang mencatatkan penguatan paling signifikan adalah saham PT DCI Indonesia Tbk yang berada di puncak deretan saham dengan penguatan paling signifikan atau top gainers sepanjang Januari 2021.

Saham dengan kode DCII ini meroket 1.602,38 persen hingga akhir perdagangan Jumat (29/1/2021) menjadi Rp7.150 sejak dicatatkan pada 6 Januari 2021 dengan harga penawaran Rp420 per saham.

Terpaut jauh di belakang DCII, saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (KIOS) melesat 349,32 persen menjadi Rp665 sepanjang Januari 2021. Sementara itu, saham PT Global Teleshop Tbk. (GLOB) menanjak 285,32 persen menjadi RP420 per saham.

Tak mau ketinggalan, saham PT Indosterling Technomedia Tbk. (TECH) juga meroket 197,5 persen pada bulan Januari 2021.

Pada penutupan perdagangan Jumat (29/1/2021), sekaligus perdagangan terakhir bulan ini, IHSG anjlok 1,96 persen atau 117,03 poin menjadi 5.862,35. Level itu menurun 1,95 persen dibandingkan penutupan IHSG akhir 2020, yakni 5.979,07.

Kenaikan harga saham tersebut pun dinilai sudah melewati batas kewajaran sehingga BEI sempat mengenakan penghentian sementara perdagangan saham seperti DCII, GLOB, dan KIOS.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana melihat potensi saham-saham di indeks sektor teknologi menarik. Akan tetapi, saham-saham tersebut memiliki kapitalisasi pasar yang cenderung mini dibandingkan sektor lainnya di BEI.

“Secara potensi menarik, problem utama ada di kapitalisasi yang cenderung masih kecil,” kata Wawan.

Dari data yang dihimpun Bisnis, kapitalisasi pasar konstituen indeks sektor teknologi ini berkisar antara Rp17,46 miliar - Rp14,24 triliun.

Kapitalisasi pasar terbesar dicatatkan oleh DCII sementara kapitalisasi pasar terkecil dimiliki oleh PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO).

Hanya terdapat 9 saham yang memiliki market cap di atas Rp1 triliun, sedangkan sisanya berada di bawah Rp500 miliar.

Wawan menilai saham-saham dalam indeks sektor teknologi ini tetap dapat dilirik oleh manajer investasi untuk dijadikan aset dasar produk reksa dana.

Adapun, sejumlah reksa dana syariah global milik MI mencatatkan kinerja moncer pada tahun lalu karena mengoleksi saham-saham sektor teknologi di luar negeri seperti Amerika Serikat dan China.

“Untuk reksa dana dengan dana kelolaan kecil mungkin bisa tapi kalau dana kelolaan sudah diatas Rp250 miliar saya rasa masih cukup berisiko,” imbuh Wawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI top gainers
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top