Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lepas dari Suspensi, Saham DCI Indonesia (DCII) Ngacir Lagi

Saham PT DCI Indonesia Tbk. langsung mepet auto reject atas (ARA) di awal perdagangan hari ini, Rabu (20/1/2021).
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  09:40 WIB
PT DCI Indonesia. -  Istimewa
PT DCI Indonesia. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT DCI Indonesia Tbk. kembali melonjak setelah lepas dari jerat suspensi. Pergerakan harga saham berkode DCII sudah mepet auto reject atas (ARA) di awal perdagangan hari ini, Rabu (20/1/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, saham DCII dibuka di level 3.070 atau stagnan dibandingkan dengan posisi penutupan Senin (18/1/2021). Saham DCII terpantau melesat sepuluh menit sejak perdagangan dibuka dengan mencetak kenaikan 760 poin atau 24,76 persen ke level 3830.

Untuk diketahui, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT DCI Indonesia Tbk. mulai hari ini, Selasa (19/1/2021).

Berdasarkan pengumuman BEI, saham DCII disuspensi karena mengalami lonjakan harga yang signifikan. Untuk itu, suspensi diterapkan dalam rangka cooling down.

Penghentian sementara perdagangan saham berkode DCII dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai agar investor memiliki waktu yang memadai dalam mempertimbangkan keputusan investasi di saham emiten data center tersebut.

Harga saham DCII ditutup di level 3.070 pada perdagangan kemarin, Senin (18/1/2021). Harga penutupan tersebut naik 24,80 persen. DCII mencatatkan sahamnya pada 6 Januari 2021. Di hari pertama, saham DCII langsung terkena auto reject atas setelah naik 25 persen ke level 525.

Sejak melantai di BEI, harga saham DCII konsisten mencetak pertumbuhan di atas 20 persen. Secara kumulatif, saham DCII sudah naik 484 persen sejak IPO.

Saat IPO, DCII melepas saham ke publik sebanyak 357.561.900 saham baru atau setara dengan 15 persen dari modal disetor dan ditempatkan dengan harga penawaran sebesar 420 per saham. Perseroan meraup dana segar Rp357,56 miliar dari aksi tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suspensi DCI Indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top