Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Teknologi Cemerlang, Wall Street Kembali Terbang

Indeks S&P 500 keluar dari pekan terbaiknya sejak November 2020 dan investor mulai mencari katalis baru untuk mendorong indeks lebih tinggi.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  05:00 WIB
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (25/1/2021), ditopang kinerja cemerlang saham-saham teknologi.

Dilansir dari Bloomberg, investor memburu saham-saham teknologi menjelang rilis kinerja keuangan perusahaan. Indeks Nasdaq 100 naik ditopang oleh saham Apple Inc, Tesla Inc, dan Microsoft Corp.

Adapun indeks acuan S&P 500 juga ditutup menguat kendati penguatan mulai terbatas setelah senat Partai Demokrat menyebut paket stimulus tidak mungkin dikucurkan sebelum pertengahan Maret 2021. Pejabat kesehatan AS juga melansir keprihatinan terkait penundaan vaksinasi.

Indeks S&P 500 keluar dari pekan terbaiknya sejak November 2020 dan investor mulai mencari katalis baru untuk mendorong indeks lebih tinggi. Nah, Wall Street berpeluang menguat setelah rilis laporan keuangan emiten akan muncul pekan ini. 

Rilis laporan keuangan ini sangat dinantikan investor karena mereka penasaran apakah kinerja emiten teknologi, peritel, perusahaan perjalanan dan restoran bakal meningkat atau tidak.

"Anda akan mengetahui kinerja dari emiten yang menguasai 65 pesen kapitalisasi pasar dalam dua pekan ke depan," kata Kepala Riset Derivatif UBS Group AG Stuart Kaise seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (26/1/2021).

Dia menjelaskan, sektor saham kini mulai berotasi ke saham-saham yang memiliki fundamental mumpuni (value stock) sejak akhir tahun lalu. Maka tidak mengherankan bila saham-saham tersebut diburu investor.

Di sisi lain, investor juga akan menunggu kebijakan moneter terbaru The Federal Reserve yang akan ditentukan lewat The Federal Open Market Committee pada Rabu (27/1/2021). Data perekonomian seperti produk domestik bruto (PDB), penjualan rumah, dan ketenagakerjaan akan dirilis sehari kemudian.

Berikut perkembangan pasar terkini

Saham

  • Indeks S&P 500 naik 0,4%.
  • Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,8%.
  • MSCI Asia Pacific Index naik 1%.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,2%.
  • Euro turun 0,3% menjadi $ 1,2141.
  • Pound Inggris turun 0,1% menjadi $ 1,3668.
  • Yen Jepang sedikit berubah pada 103,77 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi 10-tahun AS turun lima basis poin menjadi 1,04%.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman turun empat basis poin menjadi -0,55%.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Inggris turun lima basis poin menjadi 0,26%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate naik 1% menjadi $ 52,80 per barel.
  • Emas sedikit berubah pada $ 1.855,01 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street Kebijakan The Fed

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top