Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dari Grup Bakrie hingga Grup MNC, Emiten Gencar Galang Modal

Di awal 2021, sebanyak enam emiten berencana menambah modal lewat rights issue. Adapun tujuh emiten berniat menggelar private placement. Aksi korporasi ini dilakukan oleh emiten dari Grup Bakrie hingga Grup MNC.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  07:00 WIB
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Penggalangan dana di pasar modal lewat rights issue maupun private placement bakal lebih semarak pada awal tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, setidaknya bakal ada 6 emiten yang akan melakukan penambahan modal lewat Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan nilai emisi lebih dari Rp5,76 triliun.

Dari sisi penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement, terdapat 7 emiten yang akan menerbitkan saham baru dengan nilai emisi lebih dari Rp2,02 triliun. Secara total, penggalangan dana dari kedua jenis aksi korporasi itu mencapai lebih dari Rp7,79 triliun.

Nilai tersebut naik signifikan 148,88 persen dibandingkan kuartal I/2020 yang senilai Rp3,13 triliun terdiri dari emisi rights issue senilai Rp3,07 triliun dan private placement senilai Rp68 miliar.

Adapun, aksi rights issue dari PT Bank Mayapada Internasional Tbk. terpantau menjadi yang paling banyak mengincar dana segar. Emiten dengan kode saham MAYA tersebut berencana menerbitkan 4,99 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp400. Dengan demikian, perseroan berpotensi mengantongi dana sebanyak-banyaknya mencapai Rp2 triliun.

Dalam prospektus ringkas perseroan, disebutkan dana yang dihimpun setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan. Selanjutnya, dana itu akan dialirkan ke aset produktif perseroan berbentuk kredit.

Direktur Utama Bank Mayapada Internasional Hariyono Tjahjarijadi mengungkapkan dalam aksi korporasi ini perseroan tidak memiliki pembeli siaga.

“PT Mayapada Karunia sebagai salah satu pemegang saham perseroan akan berpartisipasi dalam HMETD sesuai dengan porsi kepemilikan saham yang dimiliki,” tulis Hariyono kepada Bursa Efek Indonesia, dikutip Senin (25/1/2021).

Selain Bank Mayapada, PT Energi Mega Persada Tbk. yang bergerak di sektor migas juga membidik dana jumbo dari aksi rights issue senilai Rp1,82 triliun atau US$129,34 juta yang akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan.

Pertama, sejumlah US$43,4 juta untuk mengakuisisi 25 persen kepemilikan di EMP Inc. dari Kinross International Group Ltd. EMP Inc. melalui anak usahanya memiliki dan mengoperasikan Blok Kangean di Jawa Timur. 

Kedua, sebesar US$43,49 juta untuk melunasi pinjaman kepada kreditor. Ketiga, sebanyak US$42,25 juta untuk mendanai kebutuhan modal kerja aset-aset ENRG yang sudah beroperasi.

Berbeda dengan MAYA, emiten dengan kode saham ENRG ini memiliki pembeli siaga dalam aksi korporasi ini yaitu PT Bakrie Kalila Investment.

Setelah transaksi, menurut Direktur Utama & CEO Energi Mega Persada Syailendra Bakrie, ENRG akan meningkatkan kepemilikannya di Blok Kangean PSC dari sebelumnya 50 persen menjadi 75 persen. Sepanjang 2020, Kangean berkontribusi 48 persen dari total produksi minyak dan gas perusahaan.

Paling baru, emiten telekomunikasi Grup Sinarmas PT Smartfren Telecom Tbk. juga akan mencari pendanaan lewat rights issue dengan melepas 7 miliar saham.  Perseroan belum menetapkan harga pelaksanaan untuk aksi korporasi ini, namun nilai nominal ditetapkan Rp100. 

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) FREN untuk memperoleh persetujuan atas pelaksanaan PUT IV rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2021. Setelah itu, rights issue dapat dilakukan dalam jangka waktu 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB.

Perseroan bermaksud untuk menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari hasil PUT IV, baik dari hasil pelaksanaan HMETD maupun pelaksanaan waran, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, untuk pembayaran pinjaman dan/atau modal kerja Smartfren dan/atau entitas anak.

Sementara itu, aksi korporasi private placement menjadi opsi bagi emiten Grup MNC. PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) menerbitkan 2,85 miliar saham dan meraih dana Rp385,82 miliar. 

Adapun saudara bungsunya yaitu PT MNC Vision Networks Tbk. mengantongi Rp857,18 miliar dari penerbitan saham baru sejumlah 2,85 miliar pada awal tahun ini.

Rencana Aksi Korporasi Emiten
Aksi Korporasi
Kode Emiten
Jumlah Saham (juta lembar)
Harga Pelaksanaan
Dana Dihimpun (Rp juta)
Rights Issue
FREN
7.000
-
N/A
Rights Issue
ENRG
14.479,05
126
1.824,36
Rights Issue
ASJT
1.000
-
N/A
Private Placement (OWK)
TAXI
4.078,04
100
407,80
Rights Issue
MITI
2.864,60
50
143,23
Private Placement
BCAP
2.857,99
135
385,82
Private Placement
DEWA
5.870,82
60
352,24
Private Placement
EMTK
5.502,95
-
N/A
Rights Issue
MAYA
4.999,95
400
1.999,98
Private Placement
SATU
125
50
6,25
Private Placement
HEAL
5
4.000
20
Private Placement
IPTV
2.857,28
300
857,18
Rights Issue
SRAJ
18.001,05
100-150
1.200,07 - 1.800,10
Sumber: Bursa Efek Indonesia per 25 Januari 2021, diolah

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue mnc group Grup Bakrie Kinerja Emiten private placement
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top