Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Paling Perkasa di Asia

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 35 poin atau 0,25 persen ke level Rp14.000, lebih besar dibandingkan ringgit Malaysia yang terapresiasi 0,21 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  15:54 WIB
Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Jakarta, Selasa (5/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Jakarta, Selasa (5/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah melanjutkan tren penguatannya selama dua hari beruntun pada Kamis (12/1/2021)

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 35 poin atau 0,25 persen ke level Rp14.000.

Nilai Rupiah memimpin penguatan di tengah tren positif yang terjadi di Asia. Menyusul di belakang rupiah adalah ringgit Malaysia sebesar 0,21 persen, disusul won Korea yang juga naik 0,17 persen. Adapun, indeks dolar AS terpantau melemah 0,19 persen ke level 90,306.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah didorong oleh aliran modal asing ke pasar domestik. Datangnya modal asing terjadi seiring dengan kepastian pasar saham global yang mulai kondusif.

Ke depannya, Perry memandang penguatan nilai tukar rupiah berpotensi berlanjut. Pasalnya, nilai rupiah saat ini dinilai masih undervalue.

Ia menuturkan, prospek penguatan rupiah ditopang oleh defisit neraca yang rendah, daya tarik pasar keuangan domestik yang tinggi, premi risiko menurun, serta tingkat likuiditas global yang besar.

"Kebijakan BI dalam menjaga stabilitas rupiah akan kami terus perkuat," katanya dalam Pengumuman Hasil RDG Bulanan BI, Kamis (21/1/2021).  

Sebelumnya, Tim Riset Indo Premier Sekuritas menjelaskan keputusan BI untuk mempertahankan tingkat suku bunga sudah diperkirakan (priced in) oleh pelaku pasar.

“Kami memperkirakan bank sentral akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3,5 persen dalam semester I/2021 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas nilai tukar,” tulis Tim Riset Indo Premier lewat catatan yang diterima Bisnis, Kamis (21/1/2021).

Adapun, dukungan dari sisi moneter dinilai masih diperlukan pada masa sekarang ini. Pasalnya, likuiditas di sektor keuangan semakin tinggi sementara rantai penawaran seperti lapangan kerja masih lemah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as nilai tukar rupiah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top