Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Farmasi ARB, Komisaris Phapros (PEHA) Jual Sebagian Kepemilikan

Saham-saham sektor farmasi mengalami pembalikan tren setelah Presiden Joko Widodo mendapatkan suntik vaksin Covid-19.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  07:05 WIB
Gedung PT Phapros, Tbk.  - UGM
Gedung PT Phapros, Tbk. - UGM

Bisnis.com, JAKARTA - Pemegang saham terbesar kedua PT Phapros Tbk. (PEHA) Masrizal A. Syarief tercatat menjual sebagian kepemilikannya saat harga saham farmasi mendaki ke puncak lalu berbalik terkena auto rejection bawah (ARB). 

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia untuk transaksi 14 Januari 2021, Masrizal tercatat melepas 1,2 juta lembar saham PEHA. Dengan pelepasan ini maka kepemilikan saham Masrizal di Phapros susut menjadi 8,6 persen. 

Masrizal sendiri tercatat melepas sebagian sahamnya sedekit demi sedikit saat saham-saham farmasi termasuk Phapros mengalami kenaikan. 

Zahmilia Akbar, Sekretaris Perusahaan Phapros dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia melaporkan per 31 Desember 2020, jumlah saham Masrizal mencapai 76,02 juta lembar setara 9,05 persen. 

Sementara setelah pelepasan kepemilikan saat PEHA mengalami ARB berturut-turut, saham Masrizal susut menjadi 72,22 juta lembar atau setara 8,6 persen. Sedangkan pemegang saham di atas 5 persen lainnya menurut catatan KSEI adalah Kimia Farma Tbk. (KAEF) dengan kepemilikan 56,77 persen. Tidak berubah sejak akhir tahun lalu.

Saham PEHA sendiri bergerak dari Rp1.740 per lembar dan mengalami puncak pada Rp2.640 sehari sebelum Presiden Joko Widodo mendapatkan suntik vaksin Covid-19. 

Dengan mengacu harga pelepasan di puncak sebesar Rp2.640 maka penjualan saham PEHA sebanyak 3,8 juta lembar itu mendatangkan uang tunai sekitar Rp10,03 miliar. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG farmasi rekomendasi saham pt phapros tbk
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top