Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sebuah alat berat (tower crane) milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengangkut bahan bangunan di sebuah proyek gedung bertingkat di Jakarta. - Antara / Widodo S. Jusuf
Premium

Saham Infrastruktur Sepekan: Uji Cuan Anak BUMN Vs Induk

11 Januari 2021 | 07:59 WIB
Saham-saham BUMN Karya menjadi penopang indeks infrastruktur di Bursa Efek Indonesia. Masih ada peluang naik lebih tinggi?

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia mencatat saham-saham sektor infrastruktur (Indeks Jakinfra) dalam sepekan terakhir melambung 4,95 persen menjadi 1.050. 

Capaian ini menempatkan perusahaan infrastruktur mendatangkan keuntungan yang menarik bagi pelaku pasar modal meski masih di bawah indeks emiten tambang yang naik 10,75 persen, industri dasar (7,38 persen), perkebunan (5,67 persen), dan aneka industri (5,23 persen). 

Kenaikan harga saham-saham infrastruktur ini jika dilihat lebih dalam masih ditopang oleh perusahaan BUMN dan anak usahanya. Sentimen sovereign wealth fund Indonesia dan besarnya anggaran pemerintah untuk pembangunan baik APBN dan APBD masih menjadi penggerak utama. 

Pada tahun ini pemerintah menyiapkan anggaran infrastruktur senilai Rp414 triliun, naik 47 persen dibandingkan anggaran 2020.

Maka tidak heran, saham-saham BUMN infrastruktur maupun anak usahanya melonjak di atas rata-rata sektor ini. Dalam sepekan terakhir, saham BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) memberi keuntungan paling tinggi bagi pemiliknya yakni 11,49 persen dalam sepekan terakhir. 

Selanjutnya, peningkatan harga saham dalam sepekan terakhir juga dinikmati oleh PT PP (persero) Tbk. (PTPP) yang melambung 11,41 persen, serta PT Waskita Karya (persero) Tbk. (WSKT) dengan kenaikan 10 persen. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top