Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HFX Berjangka Targetkan Jumlah Nasabah Naik 200 Persen pada 2021

Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo mengatakan bahwa potensi bisnis perdagangan berjangka komoditi masih sangat besar.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  18:59 WIB
Harga emas berjangka naik di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange. - Antara
Harga emas berjangka naik di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pialang berjangka, PT HFX Internasional Berjangka, menargetkan pertumbuhan jumlah investor atau nasabah naik 100-200 persen pada 2021.

Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo mengatakan bahwa potensi bisnis perdagangan berjangka komoditi masih sangat besar.

Hal itu seiring dengan baru sekitar 0,5 persen hingga 1 persen penduduk Indonesia yang melakukan investasi trading industri ini.

“Kami menargetkan pertumbuhan jumlah investor atau nasabah naik 100-200 persen untuk di tahun depan,” ujar Sutopo kepada Bisnis, Selasa (29/12/2020).

Dia pun menjelaskan bahwa prospek industri berjangka pada 2021 semakin positif. Hal itu tercermin dari rekam kinerja industri pada tahun ini yang impresif kendati dibayangi pandemi Covid-19.

Dua bursa berjangka di Indonesia berhasil membukukan pertumbuhan transaksi fantastis, bahkan mencetak rekor sepanjang sejarah.

Hingga penutupan perdagangan Senin (28/12/2020), Jakarta Futures Exchange (JFX) berhasil membukukan volume transaksi multilateral dan bilateral sebesar 9,4 juta lot.

Kinerja tersebut memecahkan rekor yang pernah dicapai pada tahun 2011 atau sepanjang sejarah JFX yaitu sebesar 7,58 juta lot. Selain itu, pencapaian tersebut juga telah melampaui target transaksi tahun ini di kisaran 8,25 juta dan melebihi volume transaksi pada 2019 sebesar 7,94 juta lot.

Sementara itu bursa berjangka Indonesia lainnya, yaitu Indonesia Commodity Derivatives Exchange (ICDX) berhasil membukukan angka fantastis untuk perdagangan multilateral di tahun 2020 dengan nilai transaksi mencapai Rp18 triliun.

Dengan kinerja tersebut, Sutopo menilai industri perdagangan berjangka komoditi sebagai industri anti krisis dan anti virus, sebab mempunyai dua arah peluang mengambil keuntungan, yaitu long (buy) dan bisa short (sell).

Adapun, Sutopo mengatakan, peningkatan transaksi tahun ini berhasil didukung produk baru dari bursa berjangka dan investor yang sudah mulai melek investasi alternatif perdagangan berjangka.

Dia memprediksi aset yang masih menjadi unggulan pasar pada 2021 adalah pair major yang berpasangan dengan dolar AS seperti Emas, Euro, GBP, JPY, dan AUD.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas bursa berjangka forex
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top