Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harapan Penambahan Stimulus Memudar, Wall Street Jatuh dari Rekor Tertinggi

Pada penutupan perdagangan Selasa (29/12/2020), Dow Jones koreksi 0,22 persen menjadi 30.335,67, S&P 500 turun 0,22 persen menuju 3.727,04, dan Nasdaw merosot 0,38 persen ke level 12.850,22
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  05:03 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Wall Street tergelincir dari rekor tertinggi setelah ekspektasi tambahan stimulus AS menemui hambatan di tingkat senat.

Pada penutupan perdagangan Selasa (29/12/2020), Dow Jones koreksi 0,22 persen menjadi 30.335,67, S&P 500 turun 0,22 persen menuju 3.727,04, dan Nasdaw merosot 0,38 persen ke level 12.850,22

Mengutip Bloomberg, saham AS mundur dari rekor tertinggi, dengan saham-saham berkapitalisasi kecil mencatat penurunan terbesar mereka dalam sebulan, karena prospek memudar terhadap bantuan pemerintah yang lebih besar kepada individu. Dolar AS juga melemah.

Indeks Russell 2000 anjlok hampir 2 persen, sedangkan S&P 500 berakhir hanya sedikit lebih rendah. Indeks ekuitas global ditutup pada rekor setelah DPR AS mendukung proposal Presiden Donald Trump untuk meningkatkan pemeriksaan bantuan bagi individu.

Namun, Bursa AS jatuh dari level tertinggi karena Senat Republik memblokir upaya Demokrat untuk meningkatkan pembayaran langsung menjadi US$2.000 dari US$600.

Tahun ini akan segera berakhir dengan aset berisiko seperti saham, obligasi korporasi, dan Bitcoin yang mencatat rekor tertinggi. Ketika investor mencoba mengukur dampak pandemi dan laju distribusi vaksin AS, S&P 500 ditetapkan untuk mengakhiri tahun 15 persen lebih tinggi.

Di depan virus corona, lebih banyak pembatasan diberlakukan untuk melawan penyebaran jenis baru yang lebih menular. Pasien Covid-19 rawat inap di AS mencapai titik tertinggi baru, sementara California Selatan berencana untuk memperpanjang pesanan tinggal di rumah regional.

Korban kematian harian Korea Selatan mencapai rekor, sementara Thailand melaporkan kematian akibat virus pertama sejak November.

Di Eropa, Stoxx 600 naik saat Indeks FTSE 100 menguat di sesi pertama sejak kesepakatan perdagangan Malam Natal Inggris dengan Uni Eropa. Ketidakpastian tentang kesepakatan apa yang akan dicapai pada layanan keuangan membebani saham Lloyds Banking Group Plc, NatWest Group Plc dan Barclays Plc.

Berikut ini adalah beberapa pergerakan utama di pasar:

Saham
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,8%.
Indeks MSCI Asia Pasifik melonjak 1,4%.
Indeks Pasar Berkembang MSCI meningkat 1,1%.

Mata Uang
Indeks Spot Dolar Bloomberg merosot 0,4%.
Euro meningkat 0,3% menjadi $ 1,2249.
Pound Inggris naik 0,4% menjadi $ 1,3499.
Yen Jepang menguat 0,3% menjadi 103,53 per dolar.

Obligasi
Hasil pada Treasury 10-tahun naik satu basis poin menjadi 0,93%.
Imbal hasil 10-tahun Jerman turun kurang dari satu basis poin menjadi -0,58%.
Imbal hasil 10-tahun Inggris turun empat basis poin menjadi 0,21%.

Komoditas
Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,8% menjadi $ 47,99 per barel.
Emas menguat 0,3% menjadi $ 1,879.61 per ounce.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street bursa global

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top