Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gak Ada Matinya! Wall Street Cetak Rekor Lagi

Wall Street kembali mencetak rekor sebagai buntut dari persetujuan stimulus segede gaban. Aset-aset berisiko justru mencetak rekor di saat pandemi.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  21:57 WIB
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor tertinggi di tengah optimisme terhadap laju pertumbuhan ekonomi seiring dengan kucuran stimulus jumbo. Pelaku pasar juga bergairah karena distribusi vaksin semakin luas sehingga menumbuhkan keyakinan terhadap pemulihan ekonomi tahun depan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 dibuka menguat 0,5 persen pada Selasa (29/12/2020) pukul 21.31 WIB atau 09.31 Waktu New York. Indeks S&P 500 memperpanjang rekor bersejarah usai melampaui level tertinggi kemarin.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial dan Nasdaq Composite juga naik 0,42 persen dan 0,35 persen. Penguatan Wall Street ini menyusul tren serupa di pasar saham dunia.

Wall Street kembali melambung setelah parlemen. menyetujui proposal Presiden Donald Trump yang meningkatkan bantuan individu dari US$600 menjadi US$2.00. Upaya stimulus tambahan tersebut kemungkinan bisa mandek di Senat.

Sebelumnya paket bantuan senilai US$900 miliar  telah disetujui oleh Kongres setelah negosiasi berbulan-bulan. Ini adalah bagian dari paket pengeluaran US$2,3 triliun yang mencakup US$1,4 triliun untuk pengeluaran normal pemerintah federal.

Investor menunjukkan sikap optimis menjelang akhir tahun, dengan aset berisiko seperti saham, obligasi perusahaan, dan Bitcoin mendekati rekor tertinggi bahkan ketika pandemi masih berlanjut. Indeks S&P 500 sudah naik lebih dari 15 persen sedangkan Nasdaq Composite melesat lebih dari 40 persen sejak awal tahun.

"Pasar yang kuat berakhir dengan kuat," tulis Tom Lee salah satu pendiri dan kepala penelitian di Fundstrat Global Advisors, seperti dikutip dari Bloomberg. Dia memperkirakan, tren bullish masih akan berlanjut setidaknya hingga kuartal pertama 2021. 

Berikut perkembangan pasar terkini

Saham

  • Indeks S&P 500 dibuka naik 0,5 persen
  • Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,9 persen.
  • Indeks MSCI Asia Pasifik melonjak 1 persen.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg merosot 0,4 persen.
  • Euro meningkat 0,3 persen menjadi $ 1,2253.
  • Pound Inggris naik 0,4 persen menjadi $ 1,3511.
  • Yen Jepang menguat 0,1 persen menjadi 103,65 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi 10-tahun AS naik dua basis poin menjadi 0,94 persen.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman turun kurang dari satu basis poin menjadi -0,58 persen.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Inggris turun tiga basis poin menjadi 0,22 persen.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate naik 1,3 persen menjadi $ 48,26 per barel.
  • Emas menguat 0,3 persen menjadi $ 1,878.30 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street stimulus

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top