Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEI: Total Emisi Obligasi dan Sukuk Nyaris Rp87 Triliun

Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 103 Emisi dari 59 Emiten senilai Rp86,96 triliun.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  07:40 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi saat paparan dalam Media Gathering Pasar Modal 2020, Selasa (1/12 - 2020)
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi saat paparan dalam Media Gathering Pasar Modal 2020, Selasa (1/12 - 2020)

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia melaporkan total emisi obligasi dan sukuk sepanjang 2020 mencapai Rp86,96 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono menyampaikan pada Senin (21/12) Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 (Obligasi) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 (Sukuk) yang diterbitkan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Obligasi dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp1,5 triliun dan untuk Sukuk dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp500 miliar. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idA (Single A) untuk Obligasi, sementara Sukuk mendapat peringkat idA(sy) (Single A Syariah). PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 103 Emisi dari 59 Emiten senilai Rp86,96 triliun. Dengan pencatatan tersebut pada pekan ini, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 469 Emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp431,57 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 128 Emiten.

"Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 138 seri dengan nilai nominal Rp3.861,26 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp7,13 triliun," paparnya dikutip dari keterangan resminya, Kamis (24/12/2020).

Sementara itu, peningkatan kinerja pasar modal pada pekan ini hanya terjadi pada rata-rata frekuensi harian yang mengalami peningkatan sebesar 3,84 persen menjadi 1,53 juta kali transaksi dibandingkan pada pekan sebelumnya yang berjumlah 1,47 juta kali transaksi.

Rata-rata volume transaksi mengalami perubahan sebesar 14,68 persen menjadi 26,742 miliar saham dari 31,344 miliar saham pada pekan yang lalu. Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan turut mengalami perubahan sebesar 4,85 persen atau menjadi Rp19,762 triliun dari Rp20,769 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan juga mengalami koreksi sebesar 1,57 persen dan berada pada level 6.008,709 dari posisi 6.104,324 pada penutupan pekan sebelumnya.

Kemudian data kapitalisasi pasar ditutup terkoreksi atau mengalami perubahan sebesar 1,35 persen atau berkurang Rp95,62 triliun menjadi Rp7.006,354 triliun dari Rp7.101,974 triliun pada pekan yang lalu.

"Investor asing pada Rabu (23/12/2020) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp390,66 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp47,741 triliun," papar Yulianto.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan pelemahan IHSG pada Rabu (23/12/2020) akibat tertekan oleh kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air dan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terukur.

Pun, cuti bersama yang diterapkan pemerintah Indonesia membuat investor banyak melakukan aksi jual. Selain itu, dari global hak veto Presiden AS Donald Trump terkait stimulus AS dan darurat militer turut menekan pasar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Obligasi bursa efek indonesia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top