Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rogoh Kocek Internal, Tower Bersama Infrastructure (TBIG) Borong 3.000 Menara IBST

Perseroan melalui anak perusahaannya PT Tower Bersama, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Aset Bersyarat dengan IBST untuk pembelian sebanyak-banyaknya 3.000 menara, dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 3,97 miliar atau setara dengan US$280 juta.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  14:51 WIB
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk - Istimewa
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) bakal mengakuisisi 3.000 menara PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST). Pun, perseroan bakal menggunakan dana internal dan fasilitas pinjaman bank untuk dana akuisisi.

CEO TBIG Hardi Wijaya Liong mengatakan perseroan melalui anak perusahaannya PT Tower Bersama, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Aset Bersyarat dengan IBST untuk pembelian sebanyak-banyaknya 3.000 menara, dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 3,97 miliar atau setara dengan US$280 juta.

“Akuisisi ini melengkapi strategi utama kami yang berfokus pada pertumbuhan organic,” kata Hardi dalam keterangan tertulis yang dikutip Bisnis, Rabu (23/12/2020).

Menurut Hardi, penyelesaian transaksi ini masih membutuhkan berbagai persetujuan termasuk persetujuan pemegang saham dan pemberi pinjaman dari TBIG dan IBST. Transaksi ini diharapkan akan selesai menjelang akhir triwulan I/2021.

Hardi mengatakan transaksi ini akan meningkatkan EBITDA perseroan sekitar 10 persen dan memiliki dampak penambahan langsung. Dengan adanya akuisisi ini, diperkirakan total menara telekomunikasi perseroan akan menjadi lebih dari 19.000 menara.

Tercatat, per 30 September 2020, TBIG memiliki 31.703 penyewaan dan 16.215 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 16.093 menara telekomunikasi dan 122 jaringan DAS.

Direktur Keuangan TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan dana untuk ekspansi non-organik tersebut akan berasal dari dua sumber, yakni kas internal perseroan dan cadangan fasilitas pinjaman bank.

“Kombinasi pinjaman dan cash internal,” katanya ketika dihubungi Bisnis, Rabu (23/12/2020)

Adapun, untuk pertumbuhan secara organik yakni melalui pembangunan menara baru dan kolokasi menara, TBIG menyiapkan sekitar Rp 2 triliun sebagai pos belanja modal alias capital expenditure untuk tahun buku 2021 mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akuisisi tower bersama infrastructure
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top