Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Siap Garap Proyek Gasifikasi, saham Bukit Asam (PTBA) Langsung Membara

Saham PT Bukit Asam Tbk. langsung membara di awal perdagangan hari ini, Senin (14/12/2012) seiring dengan kesiapan perseroan menggarap proyek gasifikasi batu bara di Tanjung Enim, Sumatra Selatan.
Angkutan batu bara berbasis rel di Sumatra Selatan./ptba.co.id
Angkutan batu bara berbasis rel di Sumatra Selatan./ptba.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Bukit Asam Tbk.(PTBA) langsung melesat di awal perdagangan hari ini, Senin (14/12/2020).Kenaikan saham berkode PTBA itu terjadi usai kerja sama gasifikasi batu bara dengan Air Product dan Pertamina diteken pekan lalu.

Berdasarkan data Bloomberg, saham PTBA dibuka di level 2.870 atau menguat 60 poin dibandingkan dengan penutupan Jumat (11/12/2020). Dalam lima menit perdagangan, saham PTBA bergerak di rentang 2.870 dan sempat menembus posisi tertinggi 2.940.

Pada pukul 09.05 WIB, saham PTBA terpantau di level 2.920, naik 110 poin atau 3,91 persen. Dalam sepekan terakhir, saham PTBA sudah menguat 17,34 persen. Adapun dalam sebulan, saham PTBA melonjak 42,65 persen.

Total perdagangan saham PTBA di awal sesi hari ini mencapai 9,87 juta lembar dengan nilai transaksi Rp28,65 miliar di lima menit awal perdagangan.

Sebelumnya, PTBA menyatakan siap merealisasikan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME). Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Apollonius Andwie C. mengatakan bahwa perseroan siap menjalankan pengembangan proyek gasifikasi batu bara setelah menandatangani komitmen kerja sama dengan Air Product dan PT Pertamina pada Kamis (10/12/2020) malam.

“PTBA sebagai pioneer gasifikasi batu bara siap menjalankan amanat Perpres Nomor 109 Tahun 2020 untuk pengembangan hilirisasi batu bara menjadi DME untuk menekan impor LPG,” ujar Apollonius kepada Bisnis, Minggu (13/12/2020).

Apollonius menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan target, dan konstruksi diperkirakan mulai pada Semester I/2020. Proyek itu nantinya akan berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan dengan target operasi pada kuartal II/2024.

Total investasi proyek itu mencapai US$2,1 miliar yang akan ditanggung sepenuhnya oleh Air Product, sedangkan PTBA menjadi pemasok kebutuhan batu bara dan Pertamina akan bertindak sebagai pembeli produk DME.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper