Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Pulih, Alfamidi (MIDI) Siap Buka 250 Gerai Baru

Per September 2020, jumlah gerai Alfamidi adalah mencapai 1.746 gerai, naik 191 gerai dari posisi akhir tahun 2019. Perseroan yakin tahun depan daya beli masyarakat meningkat seiring dengan pemulihan perkeonomian.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 19 November 2020  |  10:18 WIB
Gerai Alfamidi. - JIBI/Nurul Hidayat
Gerai Alfamidi. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) menargetkan penambahan 250 gerai baru hingga akhir tahun ini. Perseroan tetap membuka gerai baru di tengah ekonomi yang melambat akibat pandemi virus corona.

Corporate Secretary Midi Utama Indonesia Suantopo Po mengatakan perseroan optimis kondisi perekonomian Indonesia mulai membaik dan daya beli masyarakat meningkat pada 2021 sehingga berdampak positif pada pertumbuhan perseroan.

“Hingga akhir tahun 2020, perseroan menargetkan dapat menambah 250 gerai baru,” ungkapnya dikutip dari rilis pers perseroan yang diterima Bisnis, Rabu (18/11/2020).

Sampai dengan akhir kuartal ketiga tahun ini, Suantopo menjabarkan, jumlah gerai Alfamidi adalah sebanyak 1.746 gerai yang terdiri dari 1.725 gerai reguler dan 21 gerai Alfamidi supermarket. Angka tersebut naik 191 gerai dari jumlah gerai di akhir tahun 2019 yakni 1.555 gerai.

Di sisi lain, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga dianggap perseroan berdampak signifikan untuk sektor ritel tak terkecuali jaringan minimarket.

Suantopo mengatakan pemberlakuan PSBB berpengaruh kepada pembatasan jam operasional toko di beberapa daerah. Akibatnya, jumlah pengunjung dan pembeli yang masuk ke toko Alfamidi pun mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya sektor industri besar yang dengan terpaksa harus menutup usahanya dikarenakan tidak ada demand dan terus merugi. Hal ini tentu berdampak pada melonjaknya jumlah pengangguran dan penurunan daya beli masyarakat secara umum.

“Dalam kondisi seperti di atas, masyarakat dipaksa untuk lebih selektif lagi dalam berbelanja, mereka lebih mengedepankan kebutuhan dan menahan keinginan,” sambungnya.

Di sisi lain, Alfamidi masih mencetak kinerja yang positif hingga kuartal III/2020. Pendapatan perseroan tumbuh 9,59 persen menjadi Rp9,51 triliun. Namun, laba Alfamidi turun 2,82 persen menjadi Rp137,47 miliar akibat kenaikan beban operasional.

MIDI menyebut kenaikan pendapatan didorong oleh strategi bisnis yang diterapkan perseroan pada tahun 2020, antara lain harga yang lebih kompetitif dan pemasaran yang komprehensif. Dua hal itu dilakukan sambil menyediakan produk yang lengkap dan meningkatkan kualitas  sumber daya manusia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten midi utama alfamidi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top