Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hingga September 2020, Astra (ASII) Serap Capex Rp5 Triliun

PT Astra International Tbk. melansir penggunaan dana untuk ekspansi hingga September 2020 mencapai Rp5 triliun atau separuh dari alokasi capex tahun ini. Penggunaan capex paling besar digunakan oleh grup alat berat, pertambangan, dan energi dyakni sebesar 40 persen dari total capex.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 17 November 2020  |  18:47 WIB
Suasana kantor pusat PT Astra International Tbk (ASII) di kawasan Jln Sudirman, Jakarta pusat, Selas (16 - 6).Nurul Hidayat
Suasana kantor pusat PT Astra International Tbk (ASII) di kawasan Jln Sudirman, Jakarta pusat, Selas (16 - 6).Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Astra International Tbk. menyatakan telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp5 triliun hingga sembilan bulan pertama tahun ini.

Head of IR Astra International Tira Ardianti mengatakan bahwa serapan capex secara konsolidasi pada periode Januari- September 2020 terbesar digunakan oleh grup alat berat, pertambangan, dan energi dalam hal ini PT United Tractors Tbk. (UNTR), yaitu sebesar 40 persen dari total capex.

“Sementara itu, sebesar 25 persen digunakan oleh unit bisnis infrastruktur dan logistik, sebesar 12-13 persen di unit otomotif dan agribisnis, sisanya di unit bisnis lainnya,” ujar Tira kepada Bisnis, Selasa (17/11/2020).

Total serapan belanja modal tersebut masih sekitar setengah dari target capex perseroan sebanyak Rp10 triliun. Artinya, emiten berkode saham ASII itu hanya memiliki waktu tiga bulan saja untuk menghabiskan sisa dari target capex tersisa sebesar Rp5 triliun.

Untuk tahun depan, Tira menjelaskan belum dapat menyampaikan secara detail target dan panduan alokasi belanja modal perseroan. Perseroan masih menanti pencapaian capex untuk setahun penuh ini dan kemajuan proyek yang ada hingga akhir 2020 sebelum akhirnya memutuskan panduan capex 2021.

Sementara itu, ASII melihat sejauh ini pembukaan kembali ekonomi telah disambut baik banyak pihak terutama pelaku bisnis dan kemajuan upaya bagi ketersediaan vaksin tahun depan menimbulkan optimisme.

Namun, perseroan mengaku akan terus berhati-hati dan menjaga optimisme sembari mengkalkulasikan proyeksi risiko dengan cermat.

“Saya rasa kita tidak ingin juga terlalu berlebihan menyikapi perkembangan positif yang ada karena ketidakpastian masih membayangi. Bahkan, jika vaksin ditemukan hari ini dan mulai disebar, pemulihan ekonomi dan bisnis tetap akan memakan waktu paling tidak setahun ke depan,” papar Tira.

Oleh karena itu, Tira menjelaskan bahwa perseroan akan terus menjaga neraca keuangan, mulai dari efisiensi, mengelola biaya, hingga menggunakan belanja modal secara disiplin.

ASII akan terus adaptif dan lincah menyikapi situasi yang ada, termasuk menjaga semangat karyawan untuk terus kreatif dan inovatif dalam menjalankan proses bisnis agar tetap unggul dan memiliki ketahanan di tengah keadaan yang sangat menantang ini.

Adapun, berdasarkan laporan keuangan perseroan hingga kuartal III/2020, ASII membukukan pendapatan Rp130,34 triliun per 30 September. Pencapaian itu turun 26,37 persen dari Rp177,04 triliun periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, ASII membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp14,03 triliun pada kuartal III/2020. Realisasi itu turun 11,53 persen dari Rp15,86 triliun periode yang sama tahun lalu.

Pada penutupan perdagangan Selasa (17/11/2020) saham ASII terkoreksi hingga 2,11 persen ke posisi Rp5.800 per saham. Sepanjang 6 bulan perdagangan terakhir, saham AKRA naik 50,65 persen.

Konsensus Bloomberg menunjukkan sebanyak 32 analis yang mengulas saham ASII, 20 analis merekomendasikan beli, 9 analis merekomendasikan hold, sedangkan 3 analis lainnya merekomendasikan jual. Adapun, target harga saham ASII dalam 12 bulan berada di level Rp6.040,17.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

astra asii Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top