Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tukar Surat Utang, Alam Sutera (ASRI) Terbitkan Bond Rp6,15 Triliun

ASRI tidak akan menerima hasil berbentuk tunai dari penerbitan obligasi ini karena manfaat yang diterima berupa penukaran Surat Utang 2021 dan Surat Utang 2022 sejumlah yang dicatatkan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 04 November 2020  |  13:30 WIB
Kawasan permukiman besutan PT Alam Sutera Tbk. di Tangerang. Alam Sutera memiliki beberapa segmen andalan yang menopang penjualan properti perseroan mulai dari properti hunian hingga properti komersial seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. - alam/sutera.com
Kawasan permukiman besutan PT Alam Sutera Tbk. di Tangerang. Alam Sutera memiliki beberapa segmen andalan yang menopang penjualan properti perseroan mulai dari properti hunian hingga properti komersial seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. - alam/sutera.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Alam Sutera Realty Tbk. akan mencatatkan surat utang senilai total US$422,40 juta di Bursa Singapura.

Nilai bond US$422,4 juta setara dengan Rp6,15 triliun dengan perhitungan kurs Jisdor pada Rabu (4/11/2020) di posisi Rp14.557.

Emiten berkode saham ASRI tersebut tidak akan menerima hasil berbentuk tunai dari penerbitan obligasi ini karena manfaat yang diterima berupa penukaran Surat Utang 2021 dan Surat Utang 2022 sejumlah yang dicatatkan.

Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 4 November 2020, ASRI mengumumkan perseroan telah menerbitkan dan menawarkan dua surat utang baru.

Surat Utang Baru 2024 ditawarkan dan diterbitkan senilai US$171,39 juta dan Surat Utang Baru 2025 senilai US$251 juta.

Total dari penerbitan surat utang tersebut senilai US$422,40 juta itu setara dengan 60,97 persen dari total ekuitas laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2020.

Adapun, kedua surat utang tersebut ditawarkan kepada investor di luar wilayah Indonesia dan di luar wilayah Amerika Serikat dengan tunduk pada aturan Regulation S berdasarkan Securities Act.

”Setelah terjadinya penukaran, Surat Utang 2021 dan Surat Hutang 2022 sejumlah yang telah ditukarkan tersebut dibatalkan,” tulis manajemen ASRI, seperti dikutip pada Rabu (4/11/2020).

Surat Hutang 2024 dan Surat Hutang 2025 ini dijamin dengan tanpa syarat dan tanpa dapat ditarik kembali oleh ASRI dan anak usahanya. Selain itu, jaminan juga diberikan berbentuk aset-aset tidak bergerak milik ASRI berdasarkan syarat dan ketentuan yang diatur dalam Indenture.

Adapun, penerbitan dua surat utang global ini sudah disetujui oleh pemegang saham ASRI melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Secara terperinci, Surat Hutang Baru 2024 menawarkan bunga 6 persen dari tanggal penerbitan hingga 2 November 2021, 8 persen dari tanggal tahun pertama hingga 2 November 2022, dan 11 persen dari tanggal tahun kedua hingga jatuh tempo pada 2024.

Untuk Surat Hutang Baru 2025 ditawarkan bunga sebesar 6,25 persen dari tanggal penerbitan hingga 2 November 2021, 8,25 persen dari tanggal tahun pertama hingga 2 November 2022, 11 persen dari tanggal tahun kedua hingga 2 November 2023, dan 12 persen dari tanggal tahun ketiga hingga jatuh tempo pada 2025.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi global bond alam sutera
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top