Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kawasan permukiman besutan PT Alam Sutera Realty Tbk. di Tangerang. Alam Sutera memiliki beberapa segmen andalan yang menopang penjualan properti perseroan mulai dari properti hunian hingga properti komersial seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. - alam/sutera.com
Premium

Melihat Strategi Alam Sutera (ASRI) 'Berkelit' dari Tekanan Likuiditas

29 Agustus 2020 | 11:07 WIB
Di tengah perlambatan sektor properti akibat pandemi Covid-19, PT Alam Sutera Realty Tbk. juga menghadapi ketatnya likuiditasnya. Apa strategi perseroan untuk keluar dari tekanan?

Bisnis.com, JAKARTA – Tren penurunan penjualan properti akibat pandemi Covid-19 tak luput menghantui kinerja PT Alam Sutera Realty Tbk. Pendapatan dan bottom line perseroan sama-sama mencatatkan hasil negatif.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2020, emiten properti berkode saham ASRI ini hanya mampu membukukan pendapatan Rp919,5 miliar, turun sekitar 28 persen ketimbang catatan Rp1,28 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski beban pokok sudah mengalami pemangkasan dari Rp541,47 miliar menjadi Rp458,7 miliar dan beban penjualan turun hampir separuhnya menjadi Rp37,95 miliar, tapi beban di pos lain masih meningkat.

Beban bunga misalnya, naik dari Rp294,03 miliar pada semester I/2019 menjadi Rp376,36 triliun. 

Akibatnya, Alam Sutera mau tak mau harus rela menderita kerugian Rp512,48 miliar pada 6 bulan pertama tahun ini, berbalik dari posisi untung Rp158,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Marketing ASRI Lilia Sukotjo mengatakan perusahaan belum ingin patah arang walaupun marketing sales baru mencapai Rp1,36 triliun pada semester I/2020. Dia berharap peluncuran 2 klaster tambahan dan 1 klaster baru pada paruh kedua 2020, bisa mengerek posisi ASRI.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top