Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembahasan Stimulus AS Lanjut, Bursa Asia Ikut Bergairah

Indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,2 persen. Penguatan juga terjadi pada indeks Topix Jepang dan Kospi Korea Selatan yang masing-masing naik 0,5 persen dan 0,4 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  07:41 WIB
Bursa Saham Korea Selatan. -  Seong Joon Cho / Bloomberg
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar saham Asia dibuka menguat di tengah optimisme terhadap pembahasan paket stimulus di Amerika Serikat.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (21/10/2020), indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,2 persen. Penguatan juga terjadi pada indeks Topix Jepang dan Kospi Korea Selatan yang masing-masing naik 0,5 persen dan 0,4 persen.

Sementara itu. indeks berjangka S&P 500 naik 0,4 persen hingga pukul 09.02 waktu Tokyo, Jepang. Sebelumnya, indeks ini terpantau naik 0,5 persen pada perdagangan Selasa kemarin.

Reli pasar Asia dibangun di atas harapan stimulus membuat investor mempertimbangkan tenggat waktu Pelosi untuk mencapai kesepakatan hari ini dengan spekulasi bahwa pilpres mendatang memberikan banyak rintangan yang harus diatasi.

Namun dengan pembuat kebijakan Federal Reserve yang mendesak lebih banyak dukungan fiskal untuk melengkapi stimulus moneter, banyak pelaku pasar mungkin menghiraukan tenggat waktu tersebut.

Senior Macro Strategist Nordea Investment Funds SA Sebastien galy mengatakan, pasar saham tengah tertekan menyusul progres pembahasan stimulus yang amat kecil. Peluang realisasi stimulus tersebut pun berdampak pada harapan pemulihan ekonomi yang berjalan lebih cepat.

Sementara itu, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan lonjakan kasus positif virus corona di wilayah Eropa menimbulkan risik bagi outlook pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Adapun, para pemimpin negara di Benua Biru tengah meningkatkan upaya pembatasan pergerakan, salah satunya dengan kembali menerapkan lockdown dan jam malam. Jerman dan Belanda mencatatkan angka infeksi harian tertinggi pada hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top