Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembicaraan Stimulus Berlanjut, Minyak Mentah Stagnan di Kisaran US$40

Ketua DPR AS dari Partai Demokrat Nancy Pelosi menetapkan tenggat waktu hingga Selasa untuk pembicaraan paket stimulus fiskal AS. Adapun Presiden AS, Donald Trump juga kembali menyatakan kesdiaannya untuk menggelontorkan stimulus dalam jumlah besar.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  07:01 WIB
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak dunia stabil di kisaran UUS$40 per barel seiring dengan kelanjutan pembicaraan paket stimulus fiskal di Amerika Serikat. DI sisi lain,lonjakan kasus virus corona juga terjadi pada kawasan tersebut.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (19/10/2020),  harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan November 2020 terpantau turun 2 sen di level US$40,86 per barel pada New York Mercantile Exchange hingga pukul 09.21 waktu Singapura.

Selain itu, harga minyak Brent untuk kontrak bulan Desember 2020 juga turun 2 sen dan berada di kisaran US$42,91 per barel setelah naik 0,2 persen pada sesi perdagangan terakhir.

Harga minyak berjangka di New York terpantau stabil setelah AS kembali melaporkan 50 ribu kasus positif baru dalam lima hari beruntun. Sementara itu, Italia kembali mencatatkan rekor kasus infeksi harian tertinggi.

Sementara itu, Ketua DPR AS dari Partai Demokrat Nancy Pelosi menetapkan tenggat waktu hingga Selasa untuk pembicaraan paket stimulus fiskal AS. Adapun Presiden AS, Donald Trump juga kembali menyatakan kesdiaannya untuk menggelontorkan stimulus dalam jumlah besar.

Di sisi lain, anggota OPEC semakin ditekan untuk membatalkan rencana penambahan produksi harian minyak dunia seiring dengan harga yang masih stagnan di kisaran US$40 per barel.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman telah berbicara melalui sambungan telepon dua kali pada pekan ini untuk membahas rencana tersebut. Ini merupakan pembicaraan pertama antara kedua pihak sejak krisis harga minyak dunia pada April lalu.

OPEC+ memperkirakan jumlah cadangan minyak dunia dapat mencapai 200 ribu barel per hari apabila Libya berhasil meningkatkan pasokan dan permintaan kian memburuk. Adapun OPEC+ akan membahas rencana ini pada 30 November hingga 1 Desember mendatang secara daring.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah harga minyak brent harga minyak mentah wti
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top