Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Surplus Neraca Dagang US$2,44 Miliar, IHSG dan Rupiah Berbeda Arah

Hingga pukul 11.30 WIB atau akhir sesi I, IHSG koreksi 0,59 persen, sedangkan rupiah berhasil menguat.
Ria Theresia Situmorang & Maria Elena
Ria Theresia Situmorang & Maria Elena - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  12:12 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan mata uang rupiah berbeda arah siang ini seiring dengan rilis data neraca perdagangan.

Hingga pukul 11.30 WIB atau akhir sesi I, IHSG koreksi 0,59 persen atau 30,47 poin menjadi 5.145,63. Sepanjang pagi ini, IHSG bergerak di rentang 5.141,41 - 5.182,53.

Terpantau 156 saham menguat, 230 saham melemah, dan 163 saham stagnan. Saham KBAG dan KRAS yang naik 11,11 persen serta 7,69 persen menjadi top gainers.

Sementara itu, pada pukul 11.40 WIB, rupiah menguat 0,08 persen atau 12,5 poin menjadi Rp14.705 per dolar AS. Padahal, indeks dolar AS naik 0,04 persen menjadi 93,418.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper memprediksi indeks akan melemah dengan level resistance 5.193 hingga 5,211 dan level support di antara 5.107 hingga 5.141.

“Secara teknikal saat ini stochastic berada di area overbought mengindikasikan potensi mengalami koreksi dan profit taking,” tulisnya dalam publikasi riset, Rabu (13/10/2020).

Menurutnya, investor masih akan terus mencermati kelanjutan pengesahan RUU Omnibus Law. Di sisi lain, investor juga akan cenderung wait and see menanti beberapa data perekonomian.

Tren surplus neraca perdagangan Indonesia terus berlanjut pada September 2020 di tengah tekanan akibat pandemi Covid-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan September 2020 mengalami surplus US$2,44 miliar, lebih tinggi dari sebelumnya US$2,33 miliar pada Agustus 2020.

Adapun, nilai ini diperoleh dari posisi nilai ekspor US$14,01 miliar yang lebih tinggi dibandingkan impor yang mencapai US$11,57 miliar selama September 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Neraca Perdagangan
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top