Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Garap Proyek Baterai EV Ratusan Triliun, Saham Antam (ANTM) Melonjak

Pada perdagangan Rabu (14/10/2020) pukul 9.24 WIB, saham ANTM melonjak 8,5 persen atau 65 poin menuju Rp830. Sepanjang hari ini, harga bergerak di rentang Rp775 - Rp835.
Hafiyyan & Denis Riantiza Meilanova
Hafiyyan & Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  09:45 WIB
Foto udara aktivitas bongkar muat nikel di areal pabrik milik PT Aneka Tambang Tbk. di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020). PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mencatat pertumbuhan positif kinerja produksi unaudited komoditas feronikel pada periode triwulan ke-2 tahun 2020 sebesar 6.447 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau naik sebesar dua persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ANTARA FOTO - Jojon
Foto udara aktivitas bongkar muat nikel di areal pabrik milik PT Aneka Tambang Tbk. di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020). PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mencatat pertumbuhan positif kinerja produksi unaudited komoditas feronikel pada periode triwulan ke-2 tahun 2020 sebesar 6.447 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau naik sebesar dua persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ANTARA FOTO - Jojon

Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melonjak seiring dengan rencana perseroan masuk ke proyek baterai untuk kendaraan listrik (electronic vehicle/ EV).

Pada perdagangan Rabu (14/10/2020) pukul 9.24 WIB, saham ANTM melonjak 8,5 persen atau 65 poin menuju Rp830. Sepanjang hari ini, harga bergerak di rentang Rp775 - Rp835.

Saham ANTM pun menjadi yang paling banyak diperdagangkan pagi ini dengan volume 126,55 juta saham.

Sebagai informasi, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) akan menjadi perwakilan PT Mining and Industry Indonesia (MIND ID), atau induk holding BUMN tambang, dalam proyek Indonesia Battery Holding (IBH).

Nilai investasi proyek pengembangan baterai dari tambang nikel hingga menjadi baterai kotak ini diperkirakan mencapai US$12 miliar. Dengan estimasi kurs Jisdor pada Selasa (13/10/2020) di level Rp14.793 per dolar AS, maka nilai investasi itu setara dengan Rp177,52 triliun.

Group CEO MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan bahwa proses pembentukan Indonesia Battery Holding (IBH) tersebut saat ini tengah berjalan. Nantinya, IBH akan terlibat dalam bisnis pembuatan baterai kendaraan bermotor mulai dari sektor hulu ke hilir.

"Rencana partisipasi BUMN dalam rantai nilai value chain EV [electric vehicle] baterai, MIND ID dan Antam akan lebih berperan di hulu, yang di intermediate ada Pertamina, dan di hilir ada PLN. Untuk mengontrol dari hulu ke hilir itu berjalan akan dibuat, sekarang lagi proses, Indonesia Battery Holding," ujarnya dalam webinar, Selasa (13/10/2020).

Adapun, proyek IBH akan melibatkan tiga BUMN, yakni MIND ID bersama dengan PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Ketiganya akan membentuk perusahaan induk di bidang bisnis baterai untuk kendaraan bermotor listrik.

Lebih lanjut, Orias menjelaskan IBH nantinya akan bermitra, baik dengan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk., maupun anak usaha Pertamina atau PLN, untuk membentuk usaha patungan dalam proyek pengembangan baterai bersama dengan mitra asing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam Kinerja Emiten Kendaraan Listrik
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top