Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gencar Cari Pendanaan, Chandra Asri (TPIA) Rilis Obligasi Lagi Rp600 Miliar

Chandra Asri Petrochemical (TPIA) akan menerbitkan obligasi sebesar Rp600 miliar yang seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  18:59 WIB
Pekerja mengoperasikan mesin di komplek pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Cilegon, Banten. - Antara / Muhammad Iqbal
Pekerja mengoperasikan mesin di komplek pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Cilegon, Banten. - Antara / Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. akan menerbitkan obligasi dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp600 miliar.

Berdasarkan prospektus perseroan di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode efek TPIA itu akan menerbitkan obligasi berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap II Tahun 2020 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp600 miliar.

Surat utang itu akan dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment)  senilai Rp500 miliar dengan tingkat bunga mencapai 8,2 persen dan bertenor tiga tahun sejak tanggal emisi.

Sementara itu, sisa jumlah pokok sebesar Rp100 miliar dengan tenor yang sama akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort). Bila jumlah dalam penjaminan kesanggupan terbaik tidak terjual sebagian atau seluruhnya, sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban perseroan untuk menerbitkan.

Adapun, PT Trimegah Sekuritas Indonesia dan PT CIMB Niaga Sekuritas akan menjadi penjamin pelaksana emisi obligasi, sedangkan wali amanat dipegang oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN).

Selain itu, perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan  idAA- atau Double A minus dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk penerbitan obligasi itu.

TPIA akan menggunakan dana hasil penawaran itu setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja.

Manajemen Chandra Asri menyebut, apabila dana hasil Penawaran Umum Obligasi belum dipergunakan seluruhnya, penempatan sementara dana hasil Penawaran Umum Obligasi tersebut harus dilakukan Perseroan dengan memperhatikan keamanan dan likuiditas.

“Perseroan juga memperhatikan instrumen yang dapat memberikan keuntungan finansial yang wajar bagi perseroan,” tulis Manajemen Chandra Asri Petrochemical dikutip, Selasa (13/10/2020).

Perseroan akan melakukan masa penawaran umum obligasi pada 26-27 Oktober 2020 dengan target pencatatan obligasi di BEI pada 5 November 2020.

Untuk diketahui, obligasi itu merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) melalui Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahun 2020 dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp5 triliun.

Pada medio Agustus, perseroan telah mendistribusikan Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2020 senilai Rp1 triliun. Emisi itu berhasil terserap penuh oleh pasar kendati di tengah sentimen pandemi Covid-19.

Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra mengatakan bahwa perseroan berhasil masuk pasar fixed income domestik cukup impresif seiring dengan penerbitan obligasi senilai Rp1 triliun itu berhasil terserap 100 persen oleh pasar yang merupakan penerbitan obligasi rupiah terbesar yang dilakukan oleh perseroan hingga saat ini.

Di sisi lain, Obligasi berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap III dan atau tahap selanjutnya, jika ada, akan ditentukan kemudian

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi chandra asri
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top