Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rencana JV dengan Vopak Beri Dampak Positif untuk Chandra Asri (TPIA)

Saham TPIA sangat prospektif untuk jangka panjang. Apalagi, TPIA ke depan juga akan didukung oleh kebijakan pemerintah untuk memberikan tax holiday kepada perseroan. 
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  20:03 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. untuk membentuk joint venture dengan Royal Vopak akan memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan.

Analis Panin Sekuritas Ishlah Bimo Prakasa mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir emiten berkode saham TPIA itu aktif mencari pendanaan hingga aktif ekspansi membuat bisnisnya semakin terintegrasi.

Hal itu tercermin dari rencana pembentukan joint venture (JV) dengan Royal Vopak untuk mengembangkan bisnis penyimpanan bahan petrokimia dan untuk mendukung komplek pabrik Chandra Asri Petrochemical (CAP) kedua.

Oleh karena itu, dia menilai saham TPIA sangat prospektif untuk jangka panjang. Apalagi, TPIA ke depan juga akan didukung oleh kebijakan pemerintah untuk memberikan tax holiday kepada perseroan. 

“Namun, dalam jangka pendek perseroan masih dihadapkan banyak tekanan seiring dengan harga dan pasokan produk petrokimia sehingga akan sulit untuk TPIA kembali ke harga saham sebelum Covid-19 menjadi sentimen,” ujar Bimo kepada Bisnis, Senin (5/10/2020).

Pada perdagangan Senin (5/10/2020) saham TPIA ditutup terapresiasi 2,32 persen ke level Rp7.725. Kapitalisasi pasar TPIA hingga saat ini senilai Rp137,76 triliun. Sepanjang tahun berjalan 2020, harga telah terkoreksi 25,54 persen.

Bimo menjelaskan bahwa kinerja TPIA hingga kuartal II/2020 telah ditekan oleh sentimen penurunan harga petrokimia. Namun demikian, memasuki semester kedua tahun ini harga cenderung mulai membaik sehingga memberikan kesempatan bagi TPIA untuk membenahi kinerja.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

joint venture Kinerja Emiten chandra asri
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top