Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anies Baswedan Terapkan PSBB Transisi, Emiten Pengelola Mal Bisa 'Bernafas'

Penerapan PSBB dinilai menekan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan sehingga berdampak langsung terhadpa kinerja emiten properti. Namun, PSBB yang lebih longgar dinilai akan membantu emiten dalam menjaga tingkat pendapatan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  16:08 WIB
Mal Kota Kasablanka, salah satu pusat perbelanjaan yang dimiliki PT Pakuwon Jati Tbk. - pakuwonjati.com
Mal Kota Kasablanka, salah satu pusat perbelanjaan yang dimiliki PT Pakuwon Jati Tbk. - pakuwonjati.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta disertai pembukaan bioskop diharapkan mampu menopang pendapatan berulang (recurring income) emiten pengelola pusat perbelanjaan pada sisa 2,5 bulan tahun ini.

Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya menuliskan dalam riset terbarunya bahwa PSBB total yang diberlakukan pemerintah DKI Jakarta selama empat pekan lalu telah menekan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan.

“PSBB yang diterapkan sejak 14 September 2020 berdampak terhadap selera konsumsi masyarakat. Dari pantauan lapangan kami [pada periode PSBB transisi], jumlah pengunjung turun menjadi 10 persen - 20 persen dibandingkan masa sebelum Covid-19,” tulis Hariyanto, seperti dikutip pada Selasa (13/10/2020).

Hariyanto menunjukkan bahwa pada masa PSBB transisi sebelumnya, jumlah pengunjung pusat perbelanjaan bisa mencapai kisaran 35 persen - 40 persen dibandingkan kondisi sebelum pandemi..

Adapun, Tim Riset Mirae Asset Sekuritas mengunjungi sejumlah pusat perbelanjaan pada pekan yang berakhir 27 September 2020 a.l. Grand Indonesia dan Kota Kasablanka sebagai perwakilan pusat perbelanjaan kelas menengah ke atas serta City Plaza Jatinegara yang mewakili mal kelas bawah.

“Di dalam mal, kami melihat masyarakat dari seluruh kelas ekonomi cenderung menahan konsumsi untuk barang non esensial seperti pakaian, gadget, dan aksesori olahraga. Hal ini akan menjadi tekanan bagi perusahaan peritel dan restoran,” tulis Hariyanto.

Di sisi lain, masyarakat masih terus mengeluarkan belanja untuk keperluan dasar sehari-hari. Hariyanto mengatakan bahwa emiten peritel dan penyedia keperluan rumah tangga bakal mampu mempertahankan kinerja walau di masa PSBB transisi tersebut.

Adapun, Mirae Asset Sekuritas masih mempertahankan saham-saham pilihan dari kelompok barang konsumer seperti INDF, ICBP,  MIKA, HEAL, KLBF, AALI, LSIP, dan UNTR untuk dapat dicermati oleh investor menjelang akhir tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten properti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top