Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 8 Oktober 2020

Sejumlah sentimen internal dan eksternal memengaruhi pergerakan rupiah yang diperkirakan menguat terbatas hari ini.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  15:16 WIB
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Mata uang rupiah diprediksi menguat terbatas seiring dengan sentimen pro kontra Omnibus Law UU Cipta Kerja dan regulasi vaksinasi.

Pada penutupan perdangan Rabu (7/10/2020), rupiah menguat 0,17 persen atau 25 poin menjadi Rp14.710 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS stagnan di level 93,689.

"Dalam perdagangan hari ini mata uang rupiah kemungkinan mengalami fluktuasi, tetapi kemungkinan ditutup menguat terbatas sebesar 10-50 poin  di level 14.680-14.720," papar Ibrahim Assuaibi, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka.

Ibrahim menyampaikan sejumlah sentimen yang memengaruhi pergerakan rupiah di antaranya ialah langkah Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Dalam Perpres yang diteken Jokowi pada 5 Oktober lalu itu, pemerintah mengatur soal pengadaan hingga distribusi vaksin covid-19. Proses pengadaan vaksin dilakukan oleh BUMN PT Bio Farma (Persero). Sementara jenis dan jumlah pengadaan vaksin covid-19 ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kesehatan.

"Kemudian kemarin pasar kembali bersahabat setelah mengetahui isi dari UU tersebut sehingga pro dan kontra tentang UU Omnibus Law semakin menipis alhasil pasar kembali optimistis, wajar kalau modal asing  kembali parkir di pasar dalam negeri," imbuhnya.

Sebelumnya Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat membahas bersama Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja  di tengah gelombang protes. Rapat paripurna DPR menyepakatinya menjadi undang-undang pada Senin (5/10).

Pemerintah berulang kali berusaha meyakinkan omnibus law ini sebagai langkah mendatangkan investasi. Langkah ini dilakukan karena lesunya ekonomi akibat pandemi covid-19 dan ini bisa membantu Investor asing kembali berinvestasi di Indonesia dan Omnibus Law memberikan kemudahan berinvestasi salah satunya di kawasan ekonomi khusus.

Simak pergerakan rupiah hari ini secara live.

15:15 WIB

Pukul 15.00 WIB, mata uang rupiah stagnan di level Rp14.710 per dolar AS

Pukul 15.00 WIB, mata uang rupiah stagnan di level Rp14.710 per dolar AS, sama seperti kemarin.

Indeks dolar AS koreksi, 0,04 persen menuju 93,597.

13:51 WIB

Pukul 13.46 WIB, mata uang rupiah melemah 12,5 poin

Pukul 13.46 WIB, mata uang rupiah melemah 12,5 poin atau 0,09 persen menjadi Rp14.722,5 per dolar AS.

Indeks dolar AS koreksi, 0,11 persen menuju 93,524.

10:12 WIB

Pukul 09.52 WIB, mata uang rupiah melemah 18,5 poin

Pukul 09.52 WIB, mata uang rupiah melemah 18,5 poin atau 0,13 persen menjadi Rp14.728,5 per dolar AS.

Indeks dolar AS koreksi, 0,06 persen menuju 93,575.

09:08 WIB

Pukul 09.08 WIB, mata uang rupiah melemah tipis 2,5 poin

Pukul 09.08 WIB, mata uang rupiah melemah tipis 2,5 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.712 per dolar AS.

Indeks dolar AS koreksi, 0,02 persen menuju 93,609.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah Omnibus Law
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top