Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dapat Gugaatan PKPU, Bagaimana Prospek Saham Ace Hardware (ACES)?

PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) mendapat gugatan terkait penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Laju saham ACES sempat tertekan di lantai bursa. Namun, mayoritas analis merekomendasikan beli dan tahan untuk saham ACES
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  16:08 WIB
Ilustrasi salah satu outlet Ace Hardware. - aceharware.co.id
Ilustrasi salah satu outlet Ace Hardware. - aceharware.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Ace Hardware Indonesia Tbk. tengah dirundung kabar tidak sedap setelah mendapat gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Sentimen ini sedikit mempengaruhi laju saham Ace Hardware pada perdagangan hari ini, Rabu (7/10/2020).

Gugatan terhadap Ace Hardware diajukan oleh Wibowo and Partners. Gugatan didaftarkan kemarin, Selasa (6/10/2020) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat perkara nomor 329/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst.

Saham berkode ACES mendapat tekanan pada awal sesi kedua setelah kabar gugatan tersiar. Berdasarkan data Bloomberg, saham ACES terpantau di level 1.525 pada pukul 14.06 WIB, turun 20 poin atau 1,29 persen. 

Saham ACES bahkan sempat menyentuh level 1.500 atau turun hampir 3 persen. Namun, saat perdagangan ditutup, saham ACES parkir di level 1.545 atau sama dengan posisi penutupan sebelumnya. Total perdagangan mencapai 17,15 juta lembar dengan nilai transaksi R[26,39 miliar.

Lalu, bagaimana rekomendasi saham ACES?

Berdasarkan konsensus analis Bloomberg, dari 27 analis, hanya 2 diantaranya yang merekomendasikan jual saham ACES. 

Mayoritas analis, tepatnya sebanyak 14 analis merekomendasikan tahan, dan 11 analis lainnya merekomendasikan beli saham ACES dengan target harga konsensus Rp1.758. 

Dengan asumsi target harga sesuai konsensus, saham ACES berpotensi mengalami kenaikan 13,78 persen dari posisi penutupan hari ini. 

Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia David Arie Hartono mengatakan momentum penerapan PSBB di Jakarta sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja ACES karena pusat perbelanjaan masih diperbolehkan untuk dibuka dengan kapasitas maksimal 50 persen.

“Dengan minimnya perubahan yang signifikan, kami melihat bahwa kinerja pemulihan ACES dilihat dari SSSG [same store sales growth] akan berlanjut di bulan September dan kuartal keempat tahun 2020,” ungkapnya.

Namun, begitu, David menilai valuasi ACES saat ini sudah terlalu mahal yang ditandai dengan indikator price-to-earning ratio 25,6 kali untuk proyeksi tahun 2021 mendatang sehingga ia merekomendasikan tahan saham ACES dengan target harga Rp1.800.  

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan pihaknya memandang ke depan basis valuasi tahun 2021 dengan harapan kinerja emiten ritel mampu bertumbuh. Ia menjagokan saham ACES dengan rekomendasi beli untuk target harga Rp1.950.

Lebih lanjut, Christine mengatakan performa ACES terlihat jauh lebih baik dibandingkan emiten ritel lain yang fokus pada penjualan pakaian. Hal ini tercermin dari kinerja penjualan emiten ritel pakaian yang mengalami penurunan lebih dari 60 persen pada kuartal kedua tahun 2020.

Sementara itu, pada periode kuartal kedua tahun ini, ACES berhasil membukukan pendapatan Rp1,68 triliun, menurun 19 persen secara tahunan

Christine memperkirakan pendapatan perseroan bisa menembus angka Rp3,6 triliun pada paruh pertama tahun ini, masih sesuai dengan proyeksi konsensus yakni 47 persen untuk ekspektasi pendapatan keseluruhan tahun 2020.

 “Relatif lebih baik jika dibandingkan dengan ritel lain, terus juga tidak ada utang. Menurut kita masih oke meskipun secara valuasi masih agak mahal tapi kita lihatnya untuk tahun 2021,” ungkapnya saat ditemui di Gedung Kawan Lama, Jakarta Barat, Rabu (5/8/2020). 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pkpu rekomendasi saham ace hardware
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top