Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Digugat PKPU, Bagaimana Sebenarnya Kinerja Ace Hardware (ACES)?

ACES diketahui sama sekali tidak memiliki utang bank, namun memiliki utang usaha yang terdiri atas utang usaha pihak berelasi sebesar Rp55,72 miliar dan utang usaha pihak ketiga senilai Rp103,59 miliar.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  13:54 WIB
Ilustrasi salah satu outlet Ace Hardware. - aceharware.co.id
Ilustrasi salah satu outlet Ace Hardware. - aceharware.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Kabar tak mengenakkan harus ditelan emiten ritel PT Ace Hardware Indonesia Tbk pada penghujung tahun ini. 

Pandemi belum usai menjangkiti kinerja keuangannya, tetapi ACES kini harus menjalani gugatan terkait penundaan kewajiban pembayaran utang oleh Wibowo and Partners pada Selasa (6/10/2020).

Terkait hal ini, Bisnis.com tengah berusaha mengonfirmasi kepada pihak ACES. Namun, pihak internal menyebut bahwa perseroan sedang berusaha mengkonfirmasi hal tersebut dan belum bisa banyak berkomentar. 

Pertanyaannya, apakah kinerja keuangan ACES seburuk itu hingga tidak bisa membayar utang?

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per Juni 2020, total liabilitas perseroan memang naik menjadi Rp2,1 triliun dari Rp1,97 triliun pada akhir tahun lalu.

ACES diketahui sama sekali tidak memiliki utang bank, namun memiliki utang usaha yang terdiri atas utang usaha pihak berelasi sebesar Rp55,72 miliar dan utang usaha pihak ketiga senilai Rp103,59 miliar.

Adapun, kinerja emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 tersebut selama semester pertama ini memang kurang memuaskan ditandai dengan penurunan penjualan bersih 7,86 persen menjadi Rp3,65 triliun pada semester I/2020.

ACES juga mencatatkan laba periode berjalan Rp360,16 miliar, turun 23,8 persen dibandingkan dibandingkan dengan capaian semester I/2019 sebesar Rp472,86 miliar.

Berdasarkan catatan Bisnis, kinerja ACES sebenarnya terbilang jauh lebih baik karena masih mampu mencatatkan laba pada periode pandemi awal tahun ini. Padahal, di sisi lain, banyak emiten ritel bervaluasi besar lainnya yang mencatatkan kerugian pada periode tersebut, sebut saja PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) dan PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF).

Di sisi lain, total aset ACES berhasil tumbuh menjadi Rp7,09 triliun per 30 Juni 2020 dibandingkan dengan total aset per 31 Desember 2019 sebesar Rp6,64 triliun.

Adapun, total kas setara kas perseroan naik ke posisi Rp1,68 triliun dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019 sebesar Rp1,25 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pkpu ace hardware
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top