Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Buku IV Kecipratan Omnibus Law, Market Cap Jakfin Naik Rp33,28 Triliun

Indeks saham sektor keuangan atau JAKFIN memimpin penguatan IHSG dengan naik 1,65 persen ke posisi 1.086,36 pada Selasa (6/10/2020).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  16:27 WIB
Nasabah melakukan transaksi di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Nasabah melakukan transaksi di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Harga saham emiten perbankan bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV mayoritas berakhir di zona hijau pada sesi perdagangan Selasa (6/10/2020).

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,82 persen atau 40,452 poin ke level 4.999,221 pada akhir sesi Selasa (6/10/2020). Investor asing kembali menekan indeks dengan aksi jual atau net sell hingga Rp258,39 miliar.

Indeks saham sektor keuangan atau JAKFIN memimpin penguatan IHSG dengan naik 1,65 persen ke posisi 1.086,36. Kapitalisasi pasar naik dari Rp2.019,58 triliun pada Senin (5/10/2020) menjadi Rp2.052,86 triliun.

Pergerakan saham perbankan BUKU IV mayoritas parkir di zona hijau pada akhir sesi pertama Selasa (6/10/2020). PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terbang 3,26 persen ke level Rp28.500 menjadi motor utama sektor saham keuangan.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengekor dengan kenaikan 2,80 persen ke level Rp5.500. Selanjutnya, PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) naik 1,36 persen ke level Rp745.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga naik 1,08 persen ke level Rp4.670. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengekor dengan kenaikan 0,95 persen ke level Rp3.190 diikuti PT Bank Danamon Tbk. (BDMN) 0,89 persen ke level Rp2.260.

Adapun, PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) ditutup stagnan di level Rp745. Pergerakan sempat menguat ke level Rp755 pada awal perdagangan.

Head Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo mengatakan JAFKIN cukup berperan besar dalam pergerakan IHSG ke zona hijau. Kondisi itu menurutnya dipicu oleh pengesahan Undang Undang (UU) Cipta Kerja atau omnibus law.

“Dengan diberlakukannya omnibus law ini, dapat menjadi angin segar bagi perbankan untuk menorehkan revenue di tahun berjalan ini, dengan penyaluran kredit korporasi yang hendak ekspansi setelah dirasa mendapatkan lampu hijau dari UU ini,” paparnya kepada Bisnis, Selasa (6/10/2020).

Optimisme itu, lanjut dia, turut berimbas kepada saham perbankan Indonesia. Hal itu khususnya emiten berkapitalisasi pasar jumbo seperti BMRI, BBCA, BBNI, BBTN, dan BBRI.

Frankie menyebut BBCA dan BMRI menjadi incaran asing karena kredit yang lebih terkonsentrasi ke korporasi dan investasi yang secara selektif dapat menerima kredit. Kondisi itu berbeda dengan bank pelat merah lainnya yang masih diarahkan dalam penyaluran stimulus untuk pemulihan ekonomi kerakyatan.

BBCA menempati daftar teratas net foreign sell dengan Rp159,7 miliar diikuti oleh BMRI Rp42,4 miliar. Sebaliknya, BBRI mendapat tekanan jual dengan net sell Rp50,3 miliar oleh investor asing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham Indeks BEI bca saham bank
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top