Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mirrae Jadi Broker Unggulan, Ini Saham yang Paling Laris Ditransaksikan

Mirrae Asset menempati posisi broker teraktif dengan milai transaksi sebesar Rp108,89 triliun pada kuartal III/2020.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  19:15 WIB
Head of Research/Strategist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Taye Shim, memberikan paparan pada media gathering Strategy Focus Indonesia Just Got Better di Jakarta, Selasa (6/6). - JIBI/Dwi Prasetya
Head of Research/Strategist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Taye Shim, memberikan paparan pada media gathering Strategy Focus Indonesia Just Got Better di Jakarta, Selasa (6/6). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Mirrae Asset Sekuritas terus bertahan di posisi pertama perusahaan pialang saham dengan nilai transaksi tertinggi sepanjang kuartal III/2020.

Berdasarkan data Bloomberg, gross value secara industri pada kuartal III/2020 tercatat Rp1.038 triliun, jumlah ini naik dibandingkan total transaksi broker pada kuartal sebelumnya Rp980,71 triliun.

Mirrae Asset menempati posisi broker teraktif dengan gross value sebesar Rp108,89 triliun. Nilai transaksi tersebut jauh meningkat dibanding total nilai transaksi kuartal sebelumnya yang sebesar Rp78,90 triliun.

Adapun saham yang paling banyak ditransaksikan Sekuritas asal Korea Selatan ini antara lain PT Bank Rakyat Indoensia Tbk. atau BBRI (Rp3,70 triliun), PT Bank Central Asia Tbk. atau BBCA (Rp2,60 triliun), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. alias BBNI (Rp1,87 triliun)

Sebelumnya, per 25 September lalu perusahaan sekuritas asal Korea Selatan ini mencatatkan nilai transaksi saham tertinggi se-Indonesia mencapai Rp227,3 triliun.

Presiden Direktur Mirae Asset Sekuritas Tae Yong Shim menyampaikan kenaikan nilai transaksi saham ditopang oleh peningkatan jumlah investor ritel. Apalagi pada masa pandemi ini, investor ritel semakin mendominasi industri pasar modal Indonesia.

“Kalau dulunya investor ritel berinvestasi dari pasar saham karena ikut-ikutan teman saja, saat ini investor ritel sudah semakin pintar dalam berinvestasi saham,” ujar Shim melalui keterangan tertulis baru-baru ini.

Dia menilai investor saat ini semakin marak menggunakan analisa teknikal, fundamental, dan bahkan ada juga yang lebih berpikir jauh ke depan (futurist). Seiring dengan hal tersebut, jumlah investor dan nilai transaksi saham di segmen ritel pun semakin meningkat.

“Saat ini market share kami dari sisi total nilai transaksi investor terhadap total nilai transaksi seluruh investor di Indonesia adalah 7,98 persen. Kami yakin nilai transaksi akan terus meningkat seiring kenaikan jumlah investor kami yang dalam waktu dekat akan menembus angka 200.000,” paparnya.

Dia juga optimistis kenaikan jumlah investor ritel akan berlanjut apalagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan dapat mencapai jumlah investor pasar modal sebanyak 5 juta investor pada 2021.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia per Agustus 2020, tercatat total investor di pasar modal yang terdiri dari investor saham, obligasi, dan reksa dana mencapai 3,13 single investor identification (SID) atau naik 26,27 persen dari posisi pada akhir tahun lalu.

Pertumbuhan jumlah investor itu juga sejalan dengan kenaikan total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun berjalan. Per Jumat (25/9/2020), total transaksi saham di BEI tercatat Rp2.846 triliun dengan volume dan frekuensi transaksi melewati 33 miliar lot saham dari 209 kali transaksi.

Di Mirrae Asset sendiri, frekuensi transaksi dan volume perdagangan saham pada saat yang sama mencapai 4,07 miliar lot saham melalui 33,55 juta transaksi.

“Tansaksi saham Mirae Asset Sekuritas berada di urutan pertama baik dari sisi nilai transaksi, volume, dan frekuensi dari total 105 sekuritas anggota bursa (AB),” ujar Shim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG transaksi saham mirae
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top