Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hingga Akhir September, Emisi Obligasi dan Sukuk Tembus Rp65,43 Triliun

Sepanjang pekan ini, BEI mencatat penerbitan obligasi dan sukuk baru dari 1 emiten senilai Rp3,25 triliun.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 26 September 2020  |  07:31 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2020 mencapai Rp65,43 triliun. Jumlah tersebut membuat total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai Rp441,34 triliun dan US$47,5 juta.

Berdasarkan keterangan resmi BEI, sejak Januari hingga 25 September, ada 81 penerbitan obligasi dan sukuk tersebut yang  53 emiten. PT Pegadaian (Persero) menjadi penerbitan paling anyar yang mencatatkan obligasi dan sukuk sepanjang pekan ini (21-25 September 2020).

Pegadaian mencatatkan surat utang Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III Tahun 2020 (Obligasi Tahap III) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Tahun 2020 (Sukuk Tahap III) pada Rabu (23/9). 

Obligasi Tahap III diterbitkan senilai Rp2,42 triliun sedangkan Sukuk Tahap III senilai Rp835 miliar. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap III adalah idAAA dan Sukuk Tahap III adalah idAAA(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). 

Secara keseluruhan, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 462 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp441,34 Triliun dan USD47,5 juta. Jumlah tersebut berasal dari diterbitkan oleh 127 Emiten. 

Selain surat utang korporasi, total Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 108 seri dengan nilai nominal Rp3.329,33 Triliun dan US$400 juta. Di samping itu juga terdapat efek beragun aset (EBA) yang sudah dicatat di BEI sebanyak 10 emisi dengan nilai Rp7,4 triliun.

Di sisi lain, BEI menyesuaikan waktu perdagangan Efek Bersifat Utang dan Sukuk serta pelaporan di  Sistem Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE), mulai Senin (28/9/2020).

Penyesuaian itu merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan tanggal 18 September 2020 perihal Perintah Penyesuaian Waktu Pelaporan Di PLTE, Jam Perdagangan EBUS di Bursa dan Jam Perdagangan EBUS di PPA.

Penyesuaian juga dilakukan sehubungan dengan pengumuman Bank Indonesia perihal "Kebijakan Penyesuaian Jadwal Operasional dan Layanan Publik Bank Indonesia Menuju Era Kenormalan Baru".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi bursa efek indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top