Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

​Principal AM Favoritkan SUN Tenor 5 - 10 Tahun

Permintaan Surat Utang Negara (SUN) tenor 5 - 10 tahun didorong oleh perbankan yang agresif masuk pada seri-seri tersebut.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 23 September 2020  |  15:38 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA - PT Principal Asset Management mengumpulkan obligasi pemerintah bertenor pendek - menengah untuk dijadikan aset dasar (underlying asset) produk reksa dana berbasis pendapatan tetap.

Chief Investment Officer Principal Asset Management Ni Made Muliartini mengatakan saat ini permintaan masih besar di Surat Utang Negara (SUN) tenor 5 - 10 tahun didorong oleh perbankan yang agresif masuk pada seri-seri tersebut.

“Dengan yield curve yang relatif sudah flat, kami masih cautious untuk memperbanyak tenor panjang karena insentifnya tidak banyak,” ujar Made kepada Bisnis, Kamis (23/9/2020).

Ke depan, Made melihat perubahan lanskap moneter di Indonesia dapat membuat investor wait and see  di pasar obligasi. Hal itu sudah terlihat pada beberapa lelang Surat Utang Negara (SUN) yang terbilang sepi. 

Dia mengatakan bahwa investor terus mempertanyakan seputar kelanjutan burden sharing dari pemerintah dan Bank Indonesia.

Selain itu, kejelasan mengenai isu pembentukan dewan moneter yang akan diwujudkan dalam bentuk Undang-undang juga menjadi sorotan investor.

Pada saat bersamaan, Made melihat shortfall atau kekurangan pendapatan pajak pada akhir tahun ini yang lebih besar daripada perkiraan bakal membuat pemerintah melakukan penerbitan obligasi dalam jumlah besar atau risiko back loading.

Lebih lanjut, penopang transaksi di pasar SUN saat ini masih akan ditopang oleh likuiditas perbankan yang ample atau berlebih. 

Perbankan cenderung memburu SUN tenor pendek untuk mendapatkan kompensasi pendapatan di tengah tingkat penyaluran kredit yang belum pulih.

“Valuasi masih menarik karena inflasi yang terus turun sehingga real rate Indonesia masih sangat atraktif,” jelas Made.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi surat utang negara
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top