Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Minat Investor Meredup, Harga Emas Terus Tertekan

Harga emas sudah jatuh dari rekor tertinggi dari kini bertengger di level US$1.900 per troy ounce.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 22 September 2020  |  17:14 WIB
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. - Bloomberg
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Minat investor untuk terus mengandalkan emas sebagai aset investasi paling moncer tahun ini tampak berkurang. Pasalnya harga emas terkoreksi hingga terus menguji ke bawah level US$1.900 per troy ounce.

Tim Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) dalam publikasi hariannya, menjelaskan bahwa kekuatan beli emas oleh investor telah mulai meredup sehingga menimbulkan tekanan terhadap harga emas.

Selain itu, proyeksi penguatan dolar AS akibat susutnya ekspektasi pertambahan stimulus fiskal AS juga telah menjadi katalis negatif bagi harga emas.

Kongres AS terlihat masih menemui jalan buntu terkait besaran dan bentuk stimulus yang akan digelontorkan demi menangkal efek buruk penyebaran Covid-19. 

“Sementara itu, stimulus sekitar US$3 triliun sedang diberlakukan untuk menjadi undang-undang,” tulis Tim Riset ICDX dikutip dari publikasi harian, Selasa (22/9/2020).

Kendati demikian, pasar juga tampak masih mencermati efek kebuntuan tambahan stimulus terhadap dolar AS dan harga emas. Hal itu lmenyebabkan baik emas dan dolar AS cukup volatil pada perdagangan Selasa (22/9/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 16.33 WIB, harga emas berjangka di bursa Comex untuk kontrak Desember 2020 berada di posisi US$1.908,7 per troy ounce, terkoreksi 0,1 persen. 

Sepanjang perdagangan, pergerakan emas cukup lebar yaitu di kisaran US$1.898,9 per troy ounce hingga US$1.925 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas di pasar spot bergerak menurun 0,46 persen ke level US$.903,68 per troy ounce. Sepanjang perdagangan, emas bergerak di kisaran US$1.894,7 per troy ounce hingga US$1.920,05 per troy ounce.

Pergerakan yang cukup lebar itu pun dialami oleh dolar AS. Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak menguat tipis 0,05 persen ke level 93,704. Sepanjang perdagangan, indeks dolar AS bergerak di kisaran 93,51 - 93,889.

Adapun, fokus investor dalam jangka pendek dinilai akan tertuju pada pidato Gubernur The Fed Jerome Powell di hadapan Kongres AS dalam pertemuannya pada 22-24 September 2020. 

Pasar berharap pidato Powell bernada dovish dan mempertegas perubahan metode penilaian kondisi ekonomi AS.

“Tekanan dominan yang terjadi pada harga emas membuat harganya kini menguji zona support penting di areal US$1.900 hingga ke areal US$1.880. Resistance terdekatnya berada di areal US$1.930 hingga ke areal US$1.940,” papar Tim Riset ICDX. 

Sementara itu, level resistance  terjauh emas berada di areal US$1.960 dengan support terjauhnya di areal US$1.860 per troy ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Kebijakan The Fed
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top