Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garudafood Bakal Akuisisi Produsen Prochiz, Saham Keduanya Melejit

Garudafood berencana mengambil alih sebagian saham Mulia Boga Raya. (KEJU) dari pemilik individualnya.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 18 September 2020  |  14:43 WIB
CEO PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Hardianto Atmadja (kiri) didampingi Direktur Paulus Tedjosutikno memberikan penjelasan tentang kinerja perusahaannya saat wawancara khusus dengan harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (5/12/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
CEO PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Hardianto Atmadja (kiri) didampingi Direktur Paulus Tedjosutikno memberikan penjelasan tentang kinerja perusahaannya saat wawancara khusus dengan harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (5/12/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Saham emiten konsumer PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) dan PT Mulia Boga Raya Tbk. (KEJU) melejit seiring dengan rencana transaksi kedua perusahaan.

Seperti diketahui, Garudafood berencana mengambil alih sebagian saham Mulia Boga Raya. (KEJU) dari pemilik individualnya.

Pada perdagangan Jumat (18/9/2020) pukul 14.28 WIB, saham GOOD naik 85 poin atau 6,61 persen menjadi Rp1.370, setelah bergerak di rentang Rp1.285 - Rp1.450.

Adapun, saham KEJU melonjak 140 poin atau 11,48 persen menuju Rp1.360, setelah bergerak di rentang Rp1.235 - Rp1.525.

Dikutip dari surat keterangan perseroan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (17/9/2020), Garudafood menandatangani nota kesepahaman dalam rangka rencana pengambilalihan saham produsen keju Prochiz tersebut.

Adapun, perseroan membeli saham KEJU dari pemegang saham individual yakni Lie Po Fung, Sandjaya Rusli, Berliando Lumban Toruan, Agustini Muara, Marcello Rivelino dan Amelia Fransisca dengan estimasi pembelian sebanyak 825 juta unit saham.

Angka tersebut setara dengan 55 persen dari seluruh saham yang telah dikeluarkan KEJU, yang apabila diselesaikan akan mengakibatkan perubahan pemegang saham, pengendali pada perusahaan tersebut.

“Adapun, tujuan dari pengendalian adalah untuk pengembangan usaha dan memperluas jaringan usaha serta untuk memperkuat posisi bisnis perseroan di industri makanan dan minuman,” ungkap manajemen dalam keterangannya.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur dan Sekretaris Perusahaan Paulus Tedjosutikno tersebut dinyatakan bahwa negosiasi tersebut dilakukan secara langsung oleh emiten produsen Kacang Garuda tersebut dengan para pemegang saham individual KEJU.

Penyelesaian rencana pengambilalihan akan dilaksanakan dalam hal para pihak telah mencapai kesepakatan final tentang seluruh hal terkait aspek usaha, komersial, finansial, dan legal serta seluruh syarat-syarat pendahuluan dan ketentuan-ketentuan material sebagaimana diatur dalam nota kesepahaman telah terpenuhi.

Adapun, jika mengacu pada harga pasar KEJU pada penutupan pasar pada Kamis (17/9/2020) di level Rp1.220, nilai pembelian saham GOOD untuk 825 juta unit saham KEJU adalah sebesar Rp1 triliun.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, perseroan menyatakan telah menyerap 80 persen bujet belanja modal untuk tahun 2020. Paulus mengatakan capital expenditure atau belanja modal perseroan selama tahun 2020 merupakan progres keberlanjutan dari tahun sebelumnya.

"Saat ini kurang lebih sekitar 80 persen budget capex 2020 sudah terserap. Belanja modal GOOD selama 2020 merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya dan tetap dilakukan sebagaimana yang telah direncanakan," ungkap Paulus kepada Bisnis, Kamis (3/9/2020).

Di sisi lain, perseroan juga berupaya untuk menunda proyek-proyek investasi baru tanpa mengurangi kemampuan perusahaan dalam melayani dengan baik konsumennya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham akuisisi garudafood mulia boga raya
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top