Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Garudafood (GOOD) Sudah Serap 80 Persen Capex Tahun 2020

Belanja modal Garudafood selama tahun 2020 merupakan progres keberlanjutan dari tahun sebelumnya.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 03 September 2020  |  15:58 WIB
Manajemen PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) dari kiri ke kanan; Direktur Robert Chandrakelana Adjie, Komisaris Hartono Atmadja dan Direktur Paulus Tedjosutikno dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang berlangsung di Jakarta, Kamis (3/9 - 2020). Istimewa
Manajemen PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) dari kiri ke kanan; Direktur Robert Chandrakelana Adjie, Komisaris Hartono Atmadja dan Direktur Paulus Tedjosutikno dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang berlangsung di Jakarta, Kamis (3/9 - 2020). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten konsumer PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) menyatakan telah menyerap 80 persen bujet belanja modal untuk tahun 2020.

Direktur Garudafood Paulus Tedjosutikno mengatakan capital expenditure perseroan selama tahun 2020 merupakan progres keberlanjutan dari tahun sebelumnya.

"Saat ini kurang lebih sekitar 80 persen budget capex 2020 sudah terserap. Belanja modal GOOD selama 2020 merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya dan tetap dilakukan sebagaimana yang telah direncanakan," ungkap Paulus kepada Bisnis, Kamis (3/9/2020).

Selama periode pandemi ini, lanjutnya, selain menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan sebagai aset utama perseroan juga fokus untuk melakukan prioritas aktivitas-aktivitas yang memberikan dampak langsung terhadap pencapaian perusahaan.

"Melakukan efisiensi (penghematan biaya) kegiatan operasional perusahaan dan tetap berupaya menciptakan terobosan-terobosan baru dalam meningkatkan penjualan melalui jalur distribusi, segmen dan pangsa pasar yang baru, serta peluncuran produk baru yang inovatif," sambungnya.

Di sisi lain, perseroan juga berupaya untuk menunda proyek-proyek investasi baru tanpa mengurangi kemampuan perusahaan dalam melayani dengan baik konsumennya.

Untuk diketahui, produsen kacang Garuda tersebut belum merilis data kinerja keuangan untuk periode semester I/2020. Namun, perseroan berhasil mencatatkan kinerja yang relatif stabil pada kuartal I/2020 terbukti dari capaian penjualam bersih yang hanya menurun 1,68 persen dibanding periode kuartal I/2019 menjadi Rp2,24 triliun.

Karena perseroan mampu melakukan efisiensi pada periode tersebut, laba bersih Garudafood dilaporkan bertumbuh 15,37 persen secara tahunan menjadi Rp140,47 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja modal garudafood consumer goods
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top