Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Besok, Penawaran Masuk Lelang Sukuk Negara Bakal Banyak dari Perbankan

Kebutuhan pemerintah untuk menerbitkan surat utang sekitar Rp990 triliun, sementara yang terserap di pasar masih sekitar Rp400 triliun - Ro500 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 14 September 2020  |  17:12 WIB
 Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat
Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Penawaran masuk dalam lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (15/9/2020) tampak masih akan diramaikan oleh investor domestik dari sektor perbankan.

Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C. Permana memperkirakan perbankan tetap menjadi pendorong lelang SBSN besok.

“Saya melihat kemungkinan masih ramai perbankan dan perbankan mungkin hanya mencari salah satu sumber revenue jangka pendek. Kemungkinan yang akan diburu adalah yang tenor pendek-pendek,” kata Fikri kepada Bisnis, Senin (14/9/2020).

Fikri pun melihat penawaran masuk untuk lelang sukuk negara kali ini bisa berada di atas Rp20 triliun, sehingga target indikatif dari pemerintah senilai Rp8 triliun masih tercapai.

Adapun, kebutuhan pemerintah untuk menerbitkan surat utang masih besar tahun ini, diperkirakan sekitar Rp990 triliun sementara yang terserap di pasar masih sekitar Rp400 triliun - Ro500 triliun.

Lebih lanjut, sukuk negara tenor pendek yaitu di bawah 5 tahun diperkirakan menjadi primadona yaitu seri SPN-S 02032021 dan seri PBS-027 dan PBS-026.

Sukuk bertenor pendek tersebut diperkirakan bakal diburu oleh perbankan yang membutuhkan sumber pendapatan di tengah tingkat penyaluran kredit yang belum dapat dikatakan bergairah.

Di sisi lain, partisipasi investor asing tampaknya belum akan meningkat pada lelang SBSN kali ini. Fikri menyebut sepinya investor asing di pasar sukuk negara lebih disebabkan oleh literasi investor asing tentang keuangan syariah.

Pemerintah akan melakukan lelang SBSN atau sukuk negara pada Selasa, 15 September 2020, dengan target indikatif Rp8 triliun.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah akan melelang 5 seri sukuk negara, yaitu SPN-S 02032021 (reopening), PBS-027 (reopening), PBS-026 (reopening), PBS-025 (reopening), dan PBS-028 (reopening).

Adapun profil masing-masing seri – seri yang akan dilelang adalah sebagai berikut:

  • Surat Perbendaharaan Negara seri SPN-S 02032021 (Diskonto; 2 Maret 2020);
  • Project Based Sukuk Seri PBS-027 (6,50000 persen; 15 Mei 2023);
  • Project Based Sukuk Seri PBS-026 (5,62500 persen; 15 Oktober 2024);
  • Project Based Sukuk Seri PBS-025 (8,37500 persen; 15 Mei 2033; dan
  • Project Based Sukuk Seri PBS-028 (7,75000 persen; 15 Oktober 2046.

Alokasi pembelian nonkompetitif SPN-S 02032021 ditetapkan 50 persen dari jumlah yang dimenangkan. Sementara alokasi pembelian nonkompetitif dari 4 seri sukuk negara lainnya ditetapkan 30 persen dari jumlah yang dimenangkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukuk surat berharga syariah negara
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top