Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Sambut PSBB Jakarta, IHSG Jadi Bursa Terkuat di Asia

Hingga penutupan, IHSG menguat 2,89 persen atau 145,12 poin menjadi 5.161,83, setelah bergerak di rentang 5.059,27-5.161,83.
M. Nurhadi Pratomo & Lorenzo A. Mahardika
M. Nurhadi Pratomo & Lorenzo A. Mahardika - Bisnis.com 14 September 2020  |  15:10 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi bursa Asia yang menguat paling tinggi pada perdagangan Senin (14/9/2020).

Pelaku pasar menyambut positif keputusan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) wilayah DKI Jakarta yang lebih 'longgar' dibandingkan dengan periode Maret 2020.

Hal itu membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada Senin (14/9/2020). Hingga penutupan, IHSG menguat 2,89 persen atau 145,12 poin menjadi 5.161,83, setelah bergerak di rentang 5.059,27-5.161,83.

IHSG yang ditutup di level puncaknya pun menjadi yang terkuat di antara bursa Asia lainnya hari ini.

Kapitalisasi pasar hingga sore ini mencapai Rp6.016,16 triliun, meningkat 188,4 triliun dari akhir pekan lalu sebesar Rp5.827,72 triliun.

Adapun, pada perdagangan Jumat (11/9/2020), IHSG juga ditutup di zona hijau dengan kenaikan 2,56 persen di posisi 5.016,71

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk masih memuncaki daftar saham yang diborong oleh investor asing dengan nilai net foreign buy sebesar Rp218,7 miliar. Hasil ini membawa nilai saham BBRI terbang 5,58 persen ke Rp3.440.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang telah memperkirakan bentuk PSBB jilid kedua tidak akan seperti periode Maret 2020. Selain itu, terdapat sejumlah perbedaan kondisi dibandingkan dengan 6 bulan lalu.

Edwin menyebut sudah banyak paket stimulus yang diluncurkan dalam 6 bulan terakhir. Dengan demikian, dampak penerapan PSBB tidak seberat awal penyebaran pandemi Covid-19.

Penyerapan anggaran paket stimulus menurutnya juga sudah cukup besar. Selain itu, beberapa vaksin sudah ditemukan.

“IHSG berpeluang melanjutkan penguatan karena PSBB kali ini yang lebih 'longgar' dibandingkan PSBB pada Maret 2020,” paparnya.

Sementara itu, bursa Asia ditutup dengan hasil menggembirakan seiring dengan optimisme investor terhadap perkembangan vaksin virus corona serta sejumlah kesepakatan yang turut mengerek indeks berjangka Amerika Serikat dan Eropa.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (14/9/2020), seluruh indeks di wilayah Asia mencatatkan penguatan. Indeks Kospi Korea Selatan menutup perdagangan hari ini di menguat 31,22 poin atau 1,3 persen di posisi.

Sementara itu, indeks Topix Jepang naik 0,88 persen dan parkir di level 1.651,1 disusul oleh S&P/ASX 200 Australia yang menghijau 0,68 persen atau 40,07 poin di posisi 5.899,5.

Selanjutnya, indeks Hang Seng Hong Kong juga terpantau naik 0,58 persen di 24.646,03 disusul oleh indeks Shanghai Composite di kisaran 3.268,35 atau naik 0,25 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Bursa Asia Indeks BEI Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top