Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

​IHSG Moncer Jadi Bukti Investor Merespons Positif PSBB Jakarta

Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang ketat, bukan PSBB total seperti rencana awal membuat pelaku pasar bersikap bullish terhadap pasar saham. Hal ini tercermin dari kenaikan IHSG sebesar 2,34 persen di sesi pertama.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 14 September 2020  |  12:31 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta mulai hari ini tidak mampu membendung ekspektasi bullish pelaku pasar terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG). Indeks ditutup menguat 2,34 persen ke posisi 5.134,06 pada sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (14/9/2020).

Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya menyampaikan bahwa pasar merespons positif pengumuman dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengatakan PSBB kali ini bukan PSBB total melainkan PSBB ketat.

“IHSG seharusnya rebound pada Senin (14/9/2020) karena dampak [PSBB] terhadap perekonomian tidak akan separah yang diperkirakan,” tulis Hariyanto melalui riset yang dikutip Bisnis, Senin (14/9/2020).

Dengan peraturan PSBB ketat di Jakarta ini, penularan virus Corona diharapkan dapat ditekan. Kebijakan menutup gedung selama tiga hari jika ditemukan penularan baru pun dinilai dapat memitigasi penularan klaster perkantoran yang terjadi belakangan ini. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa PSBB yang diberlakukan sejak 14 September 2020 selama dua pekan ke depan berbeda dengan PSBB total dan PSBB transisi.

PSBB ketat ini lebih longgar dibandingkan PSBB total tetapi lebih ketat dibandingkan PSBB transisi, misalnya kantor pemerintahan tetap diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas 50 persen dan kantor swasta dengan kapasitas 25 persen.

Selain itu, transportasi publik juga tetap berjalan dengan kapasitas yang diizinkan sebesar 50 persen.

Sejumlah tempat kerumunan seperti sekolah dan pusat perbelanjaan, tempat wisata, gedung resepsi perkawinan, serta tempat keagamaan masih ditutup sepenuhnya.

Pada 10 September 2020, IHSG anjlok lebih dari 5 persen setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengindikasikan bahwa PSBB total akan diberlakukan kembali di ibukota negara Indonesia ini.

Namun, berdasarkan data Bloomberg IHSG mampu mempertahankan penguatan hingga akhir penutupan sesi I perdagangan hari ini, Senin (14/9/2020).

Setelah mengawali perdagangan dengan kenaikan 1,13 persen, IHSG bergerak ke atas sampai akhirnya parkir di level 5.134,06 setelah menguat 117,35 poin atau 2,34 persen dibanding posisi penutupan kemarin.

Mirae Asset Sekuritas menegaskan kembali saham pilihan atau top picks yang dapat dipertimbangkan investor a.l. INDF, ICBP, SMGR, AALI, LSIP, TINS, INCO, dan

Khusus untuk INDF dan ICBP, Hariyanto mengatakan kinerja perseroan akan ditopang oleh PSBB dan kebijakan work-from-home

Sementara AALI, LSIP, TINS, INCO, dan UNTR akan diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas sementara operasional perseroan tidak akan terganggu selama PSBB ketat kali ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top