Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Dinilai Masih Berisiko, Asing Sudah 'Kabur' Rp2 Triliun

Dalam periode tahun berjalan, net sell investor asing telah mencapai Rp35,87 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 11 September 2020  |  16:28 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing di pasar saham dan pasar obligasi pada Jumat (11/9/2020) dinilai mencerminkan risiko volatilitas di pasar keuangan masih akan tinggi ke depan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing mencatatkan net sell senilai Rp2,26 triliun di pasar saham pada perdagangan Jumat (11/9/2020).

Kendati demikian, indeks harga saham gabungan (IHSG) tetap dapat kembali ke atas level 5.000 dengan penguatan 2,56 persen menjadi 5.016 pada akhir perdagangan.

Kontras ketika investor asing melakukan aksi jual Rp663,01 miliar pada Kamis (11/9/2020), IHSG malah jeblos lebih dari 5 persen.

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali menilai rebound IHSG pada akhir pekan ini masih memiliki risiko volatilitas karena aliran modal asing yang keluar dari pasar saham terbilang besar. Dalam periode tahun berjalan, net sell asing telah mencapai Rp35,87 triliun.

“Selain itu yield dari obligasi pada 9 September adalah 6,8 persen kini mencapai 7,01 persen, artinya ada aliran dana keluar secara menyeluruh, bukan hanya pindah aset saja,” jelas Frederik kepada Bisnis, Jumat (11/9/2020).

Adapun, Artha Sekuritas mempertahankan target IHSG hingga akhir tahun ini pada level 5.200 dengan pertimbangan tantangan pasar saham masih berasal dari perkembangan virus Corona.

Dari pantauan Bisnis, saham emiten perbankan menjadi yang paling banyak ditinggal oleh investor asing hari ini seperti saham PT Bank Cental Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp1,1 triliun, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) sebesar Rp388,5 miliar dan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.sebesar Rp170,1 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG net sell asing
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top