Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lonjakan Tajam dan Auto Rejection Masih Jadi Tren Saham IPO

Hampir seluruh 9 saham IPO sejak Agustus 2020 hingga 8 September 2020 menyentuh batas auto rejection pada hari perdagangan perdana.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 September 2020  |  08:55 WIB
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Tren penguatan tajam dan auto reject saham IPO seakan sudah menjadi tradisi. Sebanyak 9 saham yang melantai sejak Agustus 2020 langsung melesat saat pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia.

Pada perdagangan Selasa (8/9/2020), Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan dua emiten baru yang menggelar pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO). Mereka adalah PT Soho Global Health Tbk dan PT Puri Global Sukses Tbk.

Layaknya saham IPO yang lain, emiten ke-41 dan 42 yang IPO tahun ini tersebut langsung melesat begitu perdagangan dibuka.

Saham Puri Global Sukses itu langsung menguat 58 poin atau 34,12 persen ke level Rp228. Dengan demikian, emiten berkode efek PURI itu langsung mengalami auto reject atas atau ARA.

Setali tiga uang, saham Soho Global Health juga melejit 24,73 persen ke level Rp2.270 per saham. Emiten produsen suplemen Imboost berkode efek SOHO ini menetapkan harga penawaran sebesar Rp 1.820 per saham.

Sehari sebelumnya, Senin (7/9/2020), perusahaan manufaktur rumah tangga PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk juga resmi melantai di bursa dengan harga penawaran Rp110 per lembar saham.

Emiten berkode saham SCNP tersebut terpantau mengalami ARA setelah harga sahamnya naik 34,55 persen atau 38 poin ke level Rp148 pada Senin, bahkan ketika IHSG ditutup turun 0,18 persen ke 5.230,19 hari itu. Pada Selasa, saham SCNP pun belum kehilangan tenaga dan ditutup melonjak 34,46 persen ke Rp199 per saham.

Pada Senin, PT Bank Bisnis Internasional Tbk. (BBSI) juga resmi listing di BEI dengan menawarkan 394,76 juta lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp480 per saham. Saham BBSI langsung melesat 25 ke level Rp600 per saham. Penguatan saham BBSI juga berlanjut pada Selasa bahkan mengalami ARA karena melonjak 25 persen ke Rp750.

Selain SCNP dan BBSI, saham PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk., resmi diperdagangkan di lantai bursa pada Senin. Saham dengan kode efek KMDS tersebut langsung menguat 74 poin atau 24,67 persen ke level Rp374 pada Senin, dan berlanjut menguat 24,6 persen ke Rp466 pada Selasa.

Hausnya investor akan saham IPO juga terlihat di aktivitas pencatatan saham pada bulan Agustus.  Saham PT Pinago Utama Tbk (PNGO) langsung melonjak 24,8 persen ke level Rp312 per saham setelah pencatatan saham perdana di bursa Indonesia pada Senin (31/8/2020).

Laju saham PNGO pun terus menguat hingga level Rp570 per saham pada perdagangan Kamis (3/9/2020). Setelahnya, saham PNGO mulai melandai dan pada perdagangan Selasa (8/9) ditutup melemah 5,1 persen ke posisi Rp484 per saham.

Selain itu, perusahaan penyewaan kendaraan PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) juga langsung melonjak 24,8 persen atau 62 poin menjadi Rp312 saat perdagangan perdananya pada Kamis (27/8/2020).

Namun, dorongan penguatan terhadap saham TRJA tak berlangsung lama. Setelah menguat hingga level Rp344 per saham pada Jumat (28/8), saham TRJA terus melemah hingga ditutup turun 6,19 persen ke level Rp212 pada akhir perdagangan Selasa (8/9).

Sementara itu, saham PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS) juga terkena ARA setelah melesat 34,57 persen ke level Rp436 per saham pada perdagangan perdananya, Kamis (6/8/2020).

Saham TOYS hanya mampu menguat hingga Rp685 per saham pada Selasa (11/8) dan terus fluktuatif setelahnya. Kemarin, saham TOYS ditutup melemah 0,93 persen ke level Rp535.

Saham lain yang IPO pada bulan Agustus adalah PT Sumber Global Energy Tbk (SGER), yang juga terkena ARA setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.

Saham SGER melesar 37 poin ke level Rp145 pada sesi pembukaan perdagangan Senin (10/8/2020). Penguatan itu setara dengan 34,26 persen. Adapun pada perdagangan kemarin, saham SGER ditutup melemah 1,25 persen ke Rp316 per seham.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo auto rejection
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top